PENGARUH VARIASI BENTUK SAMBUNGAN LAS PADA KEKUATAN LAS TUMPANG

Sudarmawan, Rhedi (2002) PENGARUH VARIASI BENTUK SAMBUNGAN LAS PADA KEKUATAN LAS TUMPANG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pengelasan ( welding ) adalah suatu proses penyambungan logam, dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa tekanan ( B.H. AMSTEAD dkk. Hal 62). Berdasarkan definisi Douctche Indrustri Norman (DIN) adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dewasa ini pengelasan banyak dipakai dalam indrustri untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pembuatan mesin peralatan pabrik, konstruksi piping, konstruksi kapal, pembuatan bejana serta pekerjaan lainnya. Dalam pengerjaan pengelasan salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menentukan tipe konstruksi las, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kwalitas kekuatan las. Konstruksi las dalam konstruksi baja dan konstrukai mesin pada dasarnya dibagi menjadi sambungan tumpul, sambungan T, sambungan sudut dan sambungan tumpang, dalam tugas akhir ini akan dilakukan penelitian tentang sambungan satu sisi. Pada kenyataanya sambungan tumpang banyak digunakan untuk konstruksi bangunan contohnya, pada konstruksi baja yang menggunakan baja profil, khususnya untuk berbagai jenis sambungan antara kain satu profil dengan profil lainnya atau sambungan sudut.Bahan yang digunakan untuk pembuatan specimen benda uji adalah JIS G 3101 class 1 dengan komposisi kimia. C % Mn % Si % Cr % P % 0.162 0,86 0,012 0,016 0,012 Berdasarkan pada data hasil penelitian, pengolahan data, analisis data, maka penelitian tentang pengaruh variasi bentuk sambungan las pada kekuatan las tumpang, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : dari hasil penelitian dengan sambungan double fillet lap joint memiliki tegangan minimum 395 (N/mm ) dan tegangan maksimum 891,5 (N/mm ) dari hasil penelitian dengan single but joint backing strip memiliki tegangan minimum 297,1 (N/mm ) dan tegangan maksimum 403,2 (N/mm ). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kekuatan tarik sambungan double fillet lap joint lebih kuat dibanding dengan sambungan single but joint backing strip.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Mechanical Eng > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:38
Last Modified: 16 Nov 2016 07:38
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/3100

Actions (login required)

View Item View Item