Persepsi Masyarakat Pesantren Tentang Dualisme Kepemimpinan Partai Kebangkitan Bangsa.(Studi Penelitian di Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin Rembang Jateng)

Qomtoriri, Muhamad (2002) Persepsi Masyarakat Pesantren Tentang Dualisme Kepemimpinan Partai Kebangkitan Bangsa.(Studi Penelitian di Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin Rembang Jateng).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pasca Sidang Istimewa (SI) MPR RI tahun 2001, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dilanda konflik internal. Perseteruan di kalangan elit PKB itu bermula dari perlunya sebuah sikap politik yang harus dipilih dan dijalankan oleh partai berlambang bumi dan bintang sembilan dalam menyikapi hasil SI MPR RI 2001.Kondisi konflik internal kian parah, terutama setelah H. Matori Abdul Djalil tidak mengakui pemberhentian dirinya dari jabatan Ketua Umum DPP PKB oleh Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH. Abdurrahman Wahid melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB pada 13-14 Agustus 2001 di Jakarta. Perjalanan dialektis partai pasca Mukernas medio Agustus tersebut akhirnya memunculkan kepengurusan partai kembar (shadow party), baik di tingkat pusat maupun kepengurusan PKB di tingkat wilayah dan cabang, antara PKB versi pejabat sementara Ketua Umum DPP PKB Prof. Dr. H. Alwi Shihab dengan PKB versi H. Matori Abdul Djalil.Kemelut internal tersebut semakin berada pada titik klimaks ketika tawaran rekonsiliasi dari pihak Alwi Shihab (dikenal dengan istilah PKB Kuningan), justru dijawab oleh kubu Matori Cs. (dikenal dengan sebutan PKB Batutulis) dengan nekat menggelar Mukernas pada 12-13 Nopember 2001 di Jakarta. Matori bahkan juga memecat Ketua Dewan Syuro KH. Abdurrahman Wahid serta menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB pada 14-16 Januari 2002 di Jakarta, sesaat sebelum PKB versi Alwi Shihab melaksanakan MLB PKB pada 17-20 Januari 2002 di Jogjakarta. Kemelut internal di tubuh PKB yang ditandai dengan adanya pengurusan partai kembar (shadow party), menyiratkan bahwa telah terjadinya dualisme kepemimpinan PKB. Adanya dualisme kepemimpinan PKB ini menarik untuk dilakukan penelitian. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat pesantren sebagai basis dan konstituen PKB. Penelitian ini mengambil lokasi di Pondok Pesantren Roudlatut Tholibin Rembang Jawa Tengah dengan pertimbangan bahwa di pesantren ini terdapat tokoh-tokoh PKB versi Alwi Shihab. Di sisi lain, lokasi pesantren yang berada di pesisir partai utara pulau Jawa relatif dekat dengan daerah asal Matori Abdul Djalil dan disinyalir sebagai basis PKB versi Matori Abdul Djalil.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Analisis ini diperlukan untuk mengolah data berupa pengamatan langsung (observasi), wawancara mendalam (in depth interview), dan dokumentasi. Kemudian data-data tersebut di paparkan secara deskriptif.Dari hasil analisis kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif, selanjutnya dapat ditarik sebuah garis besar bahwa masyarakat pesantren ternyata tidak begitu terpengaruh dengan adanya PKB versi Matori Abdul Djalil. Masyarakat pesantren tetap meyakini bahwa PKB yang sah adalah PKB yang dipimpin Alwi Shihab.Kendati demikian, hasil penelitian -tersebut dapat diadopsi secara langsung untuk menjelaskan studi persepsi masyarakat pesantren tentang dualisme kepemimpinan PKB di pesantren atau daerah lain. Hal ini karena faktor latar belakang santri dan pesantren sangat mempengaruhi persepsi yang diberikan.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Goverment Science > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:38
Last Modified: 16 Nov 2016 07:38
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/3121

Actions (login required)

View Item View Item