PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAITOLOK UKUR KINERJA PERUSAHAANPADA AJB BUMI PUTERA 1912 CABANG MALANG

Marlena, (2002) PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAITOLOK UKUR KINERJA PERUSAHAANPADA AJB BUMI PUTERA 1912 CABANG MALANG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada AJB Bumiputera 1912 Cabang Malang degan mengambil judul “Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Tolok Ukur Kinerja Perusahaan Pada AJB Bumiputera 1912 Cabang Malang”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja perusahaan jika dinilai dengan menggunakan metode balanced scorecard.Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana kinerja AJB Bumiputera 1912 cabang malang dengan menggunakan metode balanced scorecard, yaitu pada perspektif keuangan indikator yang dipakai antara lain Return on Investment (ROI) dan Profit Margin on Sales. Pada perspketif pelanggan indikatornya yaitu menggunakan Customer Retention, Customer Acquisition dan On Time Delivery. Sedangkan pada perspektif proses bisnis internal indikator yang digunakan adalah analisis rantai nilai yang berasal dari hasil kuesioner tentang tanggapan responden untuk proses inovasi dan proses pelayanan purna jual. Terakhir, untuk perpektif proses belajar dan berkembang juga menggunakan indikator dari hasil kuesioner tentang tanggapan responden mengenai kepuasan pegawai, kecepatan informasi dan inovasi serta Employee Turnover dan Employee Training.Beradasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode balanced scoredcard, menunjukkan bahwa dari perspektif keuangan dinilai kurang baik. Hal ini nampak pada kedua indikator yang dipergunakan, meskipun realisasinya meningkat tetapi tingkat pertumbuhannya dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Sedangkan pada perspektif pelanggan juga dinilai kurang baik, ini disebabkan oleh ketiga indikator yang dipakai yaitu pada customer rentention yang tidak stabil dan customer acquisition mengalami penurunan yang cukup berarti, tetapi indikator On Time Delivery, meskipun tidak terdapat angka / prosentase yang pasti, namun perusahaan berusaha untuk meningkatkan proses pelayanan dengan cara memperpendek waktu siklus. Untuk perspektif proses bisnis internal dan perspektif proses belajar dan berkembang yang terdapat dalam balanced scorecard kinerja perusahaan dinilai sudah cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya indikator yang digunakan dalam kedua perspektif tersebut.Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya perusahaan mengambil langkah sebagai berikut : meningkatkan pendayagunaan harta-harta perusahan dan meminimalkan biaya operasi di perusahaan, meningkatka pelayanan kepada nasabah dan yang terakhir adalah melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan agar karyawan mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Accounting
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:38
Last Modified: 16 Nov 2016 07:38
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/3308

Actions (login required)

View Item View Item