FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PROSES KEPERAWATAN MENURUT PENDAPAT PERAWAT DI BADAN RUMAH SAKIT DAERAH KEPANJEN

Sonontiko, Essy (2002) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PROSES KEPERAWATAN MENURUT PENDAPAT PERAWAT DI BADAN RUMAH SAKIT DAERAH KEPANJEN.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Proses keperawatan adalah faktor penting dalam survival pasien dan dalam aspek-aspek pemeliharaan, rehabilitatif dan preventif perawatan kesehatan (Doengoes,2000). Proses keperawatan terbagi menjadi 5 langkah yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Dengan tidak di lakukannya proses keperawatan yang benar maka pasien tidak mendapat asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan mencegah masalah kesehatan yang baru bahkan memperlambat proses kesembuhan dari pasien tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pelaksanaan proses keperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di BRSD Kepanjen sedangkan sampelnya adalah sebagian dari populasi dengan mengunakan metode non random sampling. Data diambil dengan menyebar kuisioner kemudian dianalisis. Jawaban responden masing-masing responden dijumlahkan dan dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan, kemudian dikalikan 100% dan hasilnya berupa prosentase (Arikunto,1994 ). Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan data bahwa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan proses keperawatan adalah: (1) Kecakapan Intelaktual (98,1%), (2) Kreatifitas Perawat (98,1%), (3) Ilmu Pengetahuan (98,1%), (4) Percaya diri Perawat (98,1), ( 5) Motivasi (100%), (6) Sarana (94,4%), (7) Komunikasi (100%), (8) Jaminan Kesejahteraan Karyawan (20,7%), (9) Komunikasi ( feed back ) antara pimpinan dan bawahan ( 10,3%), (10) Pasien dan keluarga yang kooperatif (10,3%), (11) Pengalaman kerja (6,9%), (12) Lingkungan yang nyaman (13,8%), (13) Kedisiplinan (6,9%), (14) Kerja sama antar profesi (24,1%), (15) Birokrasi yang ditetapkan (6,9%). Alternatif penyelesaian yang dapat dilakukan oleh BRSD Kepanjen adalah dengan mengupayakan pendidikan perawat sesuai standart Departemen kesehatan dan memberikan banyak kesempatan pada perawat untuk mengikuti seminar dan pelatihan pelatihan keperawatan.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Nursing > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:38
Last Modified: 16 Nov 2016 07:38
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/3761

Actions (login required)

View Item View Item