PENGENDALIAN BIAYA MUTU DENGAN PENDEKATAN ZERO DEFECT (STUDI KASUS PADA PT MERTEX INDONESIA MOJOKERTO)

Setyawati, (2002) PENGENDALIAN BIAYA MUTU DENGAN PENDEKATAN ZERO DEFECT (STUDI KASUS PADA PT MERTEX INDONESIA MOJOKERTO).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT.Mertex Indonesia Mojokerto dengan judul “Pengendalian Biaya Mutu Dengan Pendekatan Zero Defect” Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk melihat hasil usaha perusahaan dalam menjaga dan meningkatkan mutu produk sebagai landasan untuk melakukan pengukuran dan pengendalian biaya mutu. Kedua, untuk mengevaluasi kemungkinan penerapan zero defect concept dalam pengendalian biaya mutu di PT.Mertex Indonesia Mojokerto. Ketiga, untuk menilai dan menjelaskan pengaruh pengukuran dan pengendalian biaya mutu dengan menggunakan zero defect concept terhadap usaha meningkatkan efisiensi perusahaan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif jenis studi kasus, yaitu penelitian yang rinci mengenai suatu subjek tertentu selama kurun waktu tertentu dengan cukup mendalam dan menyeluruh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survey pendahuluan, studi pustaka, dan penelitian lapangan, sedangkan metode analisis data yang diqgunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan pendekatan berbasis aktifitas.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh beberapa simpulan yaitu : Pertama, Perusahaan lebih menekankan pengendalian mutu dengan menggunakan on line quality control daripada off line quality control. Kedua, Perusahaan belum menerapkan sistem biaya mutu dengan baik. Pada dasarnya, unsur biaya mutu yang terdapat di beberapa data perusahaan sehingga perusahaan harus mengindentifikasi aktivitas-aktivitas perusahaan yang terkait dengan mutu, mengukur dan melaporkan biaya mutu agar dapat diketahui bagian-bagian yang harus dijadikan sebagai sasaran perbaikan dan pengembangan. Ketiga, dari analisis terhadap laporan biaya mutu, diketahui bahwa pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan belum efisien. Dilihat dari biaya kegagalan, meski perusahaan belum menerapkan zero defect concept tapi ada kecenderungan bahwa usaha perusahaa menuju zero defect concept masih dapat dilaksanakan. Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti sarankan perusahaan hendaknya : Pertama, perusahaan sebaiknya menerapkan system biaya mutu dengan membentuk suatu Tim Perbaikan Mutu (Quality Improvement Team). Kedua, Perusahaan hendaknya melakukan Quality Improvement Program dengan membentuk bagian riset yang sungguh-sungguh melakukan fungsi tersebut. Ketiga : Karyawan harus ditingkatkan pengetahuan, komitmen dan kedisiplinan pada program peningkatan mutu melalui pendidikan dan pelatihan, sehingga memiliki komitmen bahwa standar kerja mutu zero defect (yang sangat absolut) dapat tercapai dengan komitmen mereka untuk tidak melakukan kesalahan sejak pertama kali. Keempat : Untuk mencapai zero defect production environment, perusahaan harus melakukan analisis lebih lanjut, yaitu manajemen mutu human recources dan bagian quality assurance. Kelima, perusahaan harus memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan mutu produknya dan melakukan analisis terhadap total biaya mutu secara terus menerus.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Accounting > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/3993

Actions (login required)

View Item View Item