ALOKASI BIAYA BERSAMA (JOINT COST)UNTUK PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKPADA PT. PG. WONOLANGAN PROBOLINGGO

Talhayati, (2002) ALOKASI BIAYA BERSAMA (JOINT COST)UNTUK PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKPADA PT. PG. WONOLANGAN PROBOLINGGO.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. PG. Wonolangan Probolinggo dengan judul “Alokasi Biaya Bersama (Joint Cost) Untuk Penentuan Harga Pokok Produk Pada PT. PG. Wonolangan Probolinggo.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana menghitung harga pokok produk utama dan produk sampingan, untuk mengetahui besarnya biaya bersama dalam proses produksi, untuk mengetahui diproses produksi mana terjadinya titik pemisahan produk (split off point), dan untuk mengetahui apakah alokasi biaya bersama sudah mempertimbangkan cost dan benefitnya.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis data yang berbentuk analisis kuantitatif dengan menggunakan pendekatan akuntansi.Alat analisis yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk yaitu dengan menggunakan empat metode. Metode ini terdiri dari metode nilai jual relatif, metode satuan fisik, metode biaya rata-rata per satuan, dan metode rata-rata tertimbang. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui besarnya biaya bersama yang dialokasikan pada produk gula dan produk tetes serta untuk menngetahui harga pokok masing-masing produk. Sedangkan untuk mengetahui titik pisah dari proses produksi yaitu dengan menggunakan analisis alur prosdes produksi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang layak digunakan dan sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini adalah metode nilai jual relatif. Karena metode ini lebih sederhana, mudah diterapkan dan dapat menghasilkan harga pokok produk yang layak karena mempertimbangkan harga jual. Hasil yang diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan metode nilai jual relatif untuk harga pokok produk gula tahun 2000 sebesar Rp. 874,08/kg dan produk tetes sebesar Rp. 141,40/kg. Untuk tahun 2001 harga pokok produk gula sebesar Rp. 1.314,53/kg dan produk tetes sebesar Rp. 256,16/kg. Sedangkan titik pemisahan produk gula dan tetes terjadi di stasiun pemutaran.Berdasarkan kesimpulan di atas penulis memberikan saran bahwa sebaiknya PT. PG. Wonolangan Probolinggo menggunakan metode nilai jual relatif sebagai metode perhitungan dalam penentuan harga pokok produk.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Accounting > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/3997

Actions (login required)

View Item View Item