PENETAPAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM PADA PT. SUKOREJO INDAH TEXTILEDI PASURUAN

Budi Utomo, Sentot (2002) PENETAPAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM PADA PT. SUKOREJO INDAH TEXTILEDI PASURUAN.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan tekstil PT Sukorejo Indah Textile Pasuruan dengan judul “Penetapan Biaya Overhead Pabrik dengan Menggunakan Pendekatan Activity Based Costing (ABC) System pada perusahaan tekstil PT Sukorejo Indah Textile di Pasuruan”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara membebankan biaya overhead pabrik (BOP) pada produk dengan menggunakan sistem ABC untuk diterapkan pada PT Sukorejo Indah Textile Pasuruan dan untuk mengetahui hasil perbandingan antara penerapan akuntansi biaya konvensional yang telah diterapkan oleh perusahaan selama ini dalam pembebanan BOP kepada produk dengan sistem ABC.Teknik analisa data yang digunakan untuk membebankan BOP pada produk dengan sistem ABC dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : mengidentifikasi aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan, menggolongkan berbagai aktivitas, mengasosiasikan berbagai biaya dengan berbagai aktivitas, menentukan kelompok biaya yang homogen, menentukan tarif kelompok biaya dan membebankan BOP kepada produk yaitu mengalikan tarif kelompok biaya dengan aktivitas yang diserap.Hasil perhitungan dan penentuan tarif BOP yang dilakukan oleh perusahaan menunjukkan bahwa jumlah tarif BOP setiap jam mesinnya sama yaitu sebesar Rp 577.259,25. Sedangkan menurut sistem ABC BOP yang dibebankan kepada masing-masing produk berbeda yaitu pada produk sarung merk Wadimor setiap unitnya sebesar Rp 66.168,37, sarung merk Delima sebesar 74.072,53 dan sarung merk Dzahab sebesar Rp 84.949,78. Dari hasil perbandingan pada kedua sistem tersebut terjadi overcost pada produk sarung Wadimor dan undercost pada produk sarung merk Delima dan Dzahab. Perbedaan tersebut terjadi karena menurut sistem akuntansi biaya konvensional penggunaan pemacu biaya non unit untuk produk yang berkapasitas besar maupun kecil sama, sedangkan menurut sistem ABC produk yang berkapasitas kecil seharusnya memikul beban penggunaan pemacu biaya non unit lebih tinggi dibanding produk yang berkapasitas besar.Berdasarkan kesimpulan di atas penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya PT Sukorejo Indah textile Pasuruan menngunakan sistem ABC sebagai alternatif perbaikan sistem akuntansi biaya yang selama ini digunakan sehingga memungkinkan manajer perusahaan dapat mengelola aktivitas perusahaan dengan lebih baik terutama untuk peningkatan efisiensi biaya.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Accounting > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4025

Actions (login required)

View Item View Item