ANALISA BIAYA MUTU UNTUK MENILAI KINERJA PRODUKSI(STUDI KASUS PADA PT. PABRIK GULA KREBET MALANG)

Choirul Huda, Ahmad (2002) ANALISA BIAYA MUTU UNTUK MENILAI KINERJA PRODUKSI(STUDI KASUS PADA PT. PABRIK GULA KREBET MALANG).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bersifat diskriptif yang berpola studi kasus pada PT. Pabrik Gula Krebet Malang dengan judul “Analisis Biaya Mutu Untuk Menilai Kinerja Produksi, Studi Kasus Pada PT. Pabrik Gula Krebet Malang”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adanya biaya mutu terhadap penjualan yang terjadi dalam perusahaan untuk menilai kinerja produksi pada PT. Pabrik Gula Krebet Malang.Dalam penerapan biaya mutu untuk menilai kinerja pada produksi adalah dengan menggunakan pengukuran biaya mutu dengan analisa one year trend period (perbandingan antara biaya mutu yang dikeluarkan perusahaan tahun sekarang dengan biaya mutu tahun lalu). Apabila perusahaan dalam penerapannya tersebut secara progresif dalam jangka panjang maka pengukuran biaya mutu tidak lebih dari 2,5 % dari total penjualan. Dari hasil analisis diketahui besarnya biaya mutu pada tahun 1997 sebesar 6,69 % dan naik menjadi 12,08 %. Penyebab dari kenaikan biaya tersebut adalah terjadinya penurunan pada penjualan dari Rp. 60.779.431.572,80 pada tahun 1997 menjadi Rp. 55.377.138.507,00 pada tahun 1998 dan terjadinya kenaikan pada biaya mutu dari Rp. 4.069.201.026,52 pada tahun 1997 menjadi Rp. 6.907.8700.282,43 pada tahun 1998. Sedangkan untuk biaya mutu tahun 1999 turun menjadi 9,08 % dari tahun 1998. Penyebab dari penurunan Prosentase tersebut lebih diakibatkan pada kenaikan pada penjualan yang sangat besar pada tahun 1999 yaitu 100.774.719.250,00 dibandingkan tahun 1998 yang hanya sebesar Rp. 55.377.138.507,00. Dari besarnya prosentase biaya mutu yang terjadi maka perusahaan masih memerlukan waktu yang sangat panjang untuk biasa menerapkan progarm penyempurnaan mutu dengan baik yaitu menekan besarnya prosentase biaya mutu yang terjadi dalam perusahaan pada tidak lebi dari 2,5% dari total penjualan yang terjadi.Biaya pencegahan untuk tahun 1997 besarnya prosentase adalah 6,45 % dari penjualan, sedangkan tahun 1998 naik menjadi 12,06 % dan sedangkan untuk tahun 1999 juga mengalami kenaikan menjadi 7,26 % dari penjualan. Sedangkan biaya penilaian yang dikeluarkan perusahaan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Besarnya penilaian yang terjadi pada tahun 1997 adalah 0,14 % turun menjadi 0,13 % pada tahun 1998 dan pada tahun 1999 turun menjadi 0,04 %, Untuk biaya kegagalan internal tahun 1997 sebesar 1,56 % mengalami kenaikan menjadi 2,21 % pada tahun 1998 dan menjadi 19,62 % pada tahun 1999. Dari uaraian diatas dapat diketahui bahwa besarnya prosentase komponen biaya mutu yang terjadi pada perusahaaan maka kinerja produksi dalam program penyempurnaan mutu yang terjadi belum maksimal. Untuk itu, perlu menerapkan program penyempurnaan mutu secara progresif. bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam bidang mutu secara keseluruhan dengan membentuk semacam Quality Control. Program ini juga memberikan kontribusi yang baik dalam pencapaian laba yang maksimal karena dapat mengendalikan biaya seminimal mungkin.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Accounting > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4089

Actions (login required)

View Item View Item