Analisis Portofolio Saham Aktif Dengan Pendekatan Security Selection Bagi Investor (Studi Kasus Di BEJ)

Setyarini, Dwi (2002) Analisis Portofolio Saham Aktif Dengan Pendekatan Security Selection Bagi Investor (Studi Kasus Di BEJ).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, pemerintah daerah selalu berusaha mendorong tingkat pertumbuhan perekonomian, oleh karena itu memerlukan dana dalam jumlah besar sehingga dibutuhkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat dalam bentuk pengerahan dana investasi.Untuk mewujudkan kemandirian dalam penyediaan dana pembangunan maka tabungan pemerintah dan masyarakat harus terus dipacu. Upaya ini perlu diimbangi dengan kecermatan dalam penyaluran dana untuk kegiatan investasi yang produktif. Sebagai faktor penunjang, lembaga perbankan dan lembaga keuangan non-bank harus dapat beroperasi pada tingkat yang efisien.Pasar modal, sebagai salah satu lembaga sumber pendanaan pembangunan di luar sektor perbankan, memainkan peranan penting dalam suatu sistem perekonomian yang bekerja melalui mekanisme pasar. Keberadaan pasar modal mendorong adanya iklim usaha yang lebih terbuka sehingga alokasi dana secara optimal akan lebih terjamin karena pengambilan keputusan tentang keuangan perusahaan, seperti pengambilan keputusan investasi oleh para pemilik dana, dapat dilakukan secara rasional.Kehadiran pasar modal hendaknya dapat lebih didayagunakan agar mampu memberikan manfaat bagi pemerintah, perusahaan dan masyarakat pada umumnya. Bagi pemerintah manfaat yang dapat diperoleh dari adanya pasar modal adalah terciptanya pemupukan modal untuk membiayai pembangunan dan menghindari kemungkinan terjadinya pelarian modal ke luar negeri (capital flight). Bagi perusahaan, pasar modal menjadi salah satu alternatif tempat perolehan dana untuk memenuhi kebutuhannya melalui penambahan modal secara langsung dari masyarakat, sebagai upaya perbaikan struktur permodalan perusahaan yang selanjutnya akan bermanfaat untuk mendorong kesempatan yang lebih luas bagi pengembangan usahanya. Pasar modal juga merupakan salah satu alternatif tempat bagi penginvestasian dana yang dimiliki masyarakat, disamping sektor perbankan dan bentuk investasi langsung lainnya. Melalui pasar modal masyarakat memiliki kesempatan yang semakin luas untuk melakukan diversifikasi investasi yang dianggap paling menguntungkan.Investasi dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, diantaranya berupa kegiatan penanaman dana dalam bentuk deposito, obligasi atau saham. Dari sisi perusahaan yang memerlukan dana, seringkali pasar modal merupakan alternatif pendanaan ekstern, dengan biaya yang lebih rendah daripada sistem perbankan. Bank-bank umum di Indonesia pada pertengahan tahun 1994 menawarkan deposito dengan bunga berkisar 11-13% pertahun. Dengan kata lain biaya penghimpunan dana bagi bank-bank adalah sekitar 11-13%. Sewaktu bank-bank tersebut menjual dana dalam bentuk kredit, tingkat bunga yang diminta masih berkisar 18-19% pertahun. Jadi perbedaan bunga (disebut spread, yang tidak merupakan profit margin) sebesar 5-8% pertahun (Husnan,1994).Investasi dalam bentuk pemilikan saham meliputi kegiatan para investor untuk meneliti, menganalisa dan menyeleksi saham-saham yang hendak dimilikinya. Oleh karena itu diperlukannya suatu alat yang dapat membantu mengarahkan para investor pada suatu investasi saham dengan tingkat pengembalian (return) dan risiko sebagai indikator. Melalui pemahaman atas karakteristik tingkat return dan risiko suatu saham, para investor dapat melakukan pemilikan saham secara logis.Portofolio yang diartikan sebagai kumpulan surat-surat berharga yang diversifikasi dibentuk dengan tujuan untuk mengoptimalkan return sekaligus meminimumkan tingkat risiko yang akan dihadapi. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka investor dapat menggunakan alat analisis portofolio melalui pendekatan security selection dengan menggunakan model indeks tunggal. Teori ini merupakan penyederhanaan dalam perhitungan teori analisis portofolio Markowitz yang berhubungan dengan upaya untuk membentuk portofolio yang efisien dan optimal. Pembentukan portofolio yang optimal diperlukan untuk memberikan keuntungan yang optimal bagi investor.Sehubungan dengan hal tersebut, Markowitz menyatakan bahwa dalam jurnal keuangan tahun 1952 menawarkan sebuah pendekatan investasi dalam saham yang merupakan strategi dalam melakukan investasi di pasar modal. Khususnya dalam hal pengurangan risiko tidak sistematis dan peningkatan return. Sedikit banyak investor akan membentuk portofolio, Markowitz memberikan penekanan melalui metode seleksi sekuritas, yaitu dengan menyeleksi saham-saham yang terbaik untuk mendapatkan the right kind saham yang membentuk portofolio. Saham-saham aktif (LQ 45) yang terbentuk dalam portofolio adalah saham-saham yang cenderung stabil karena saham-saham tersebut termasuk saham yang likuid dalam arti mudah diperjualbelikan baik dalam kondisi pasar bearish maupun bullish, sehingga portofolio yang dihasilkan dapat menunjukkan hasil trade off yang optimal antara return dan risiko.Berdasarkan uraian diatas, maka tertarik untuk mengadakan penelitian mengenahi pelaksanaan analisis dan seleksi sekuritas bagi para investor. Untuk itu peneliti memilih judul :” Analisis Portofolio Saham Aktif Dengan Pendekatan Security Selection Bagi Investor”.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Management > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4116

Actions (login required)

View Item View Item