PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. SURYA ZIG-ZAG DI KEDIRI

Rochmawati, Nining (2002) PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. SURYA ZIG-ZAG DI KEDIRI.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Saat ini dunia usaha sedang berada pada masa transisi dari era persaingan industri ke persaingan informasi. Persaingan abad industri telah bergeser kepada persaingan dalam lingkungan yang lebih bergolak, dan para manajer senior perlu menerima umpan balik dari strategi yang lebih kompleks. Strategi yang direncanakan, walaupun dimulai dengan maksud yang baik dengan informasi serta pengetahuan terbaik yang tersedia, mungkin tidak lagi sesuai atau valid untuk kondisi saat ini.Dalam lingkungan yang terus berubah, manajemen perusahaan perlu mendesain, memasang dan mengoperasikan sistem perumusan strategi, sistem perencanaan strategik, dan sistem penyusunan program untuk memotivasi seluruh personel perusahaan dalam mencari dan merumuskan langkah-langkah strategik untuk membangun masa depan perusahaan mereka. Perusahaan yang memiliki kemampuan untuk melipatgandakan kinerja akan mampu bertahan dan tumbuh dalam lingkungan bisnis yang kompetitif (Mulyadi, 2001:54). Perjalanan menuju masa depan yang lebih kompetitif, padat teknologi, dan ditentukan oleh kapabilitas tidak dapat dicapai semata-mata melalui pemantauan dan pengendalian berbagai ukuran kinerja masa lalu.Bisnis di industri gula juga terkena dampak dari masa transisi ini, pada awal-awal tahun sampai dengan tahun 1995 bisnis di industri gula hanya memberikan tingkat pengembalian yang kecil dan kebanyakan pabrik gula (Badan Usaha Milik Negara) mengalami banyak kerugian, tetapi sekarang pabrik-pabrik gula ini perlahan-lahan telah mengalami keuntungan yang makin menjanjikan, salah satunya adalah PT. PG KREBET BARU MALANG. Selama ini usaha yang dilakukan oleh PT. PG KREBET BARU agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis atau perusahaan lain adalah dengan menetapkan kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Kebijakan di bidang keuangan menjadi titik utamanya, dimana perusahaan mengambil kebijaksanaan penurunan biaya dari sisi biaya pemasarannya (Marketing Cost) dan sisi produksinya (dalam hal ini yang menentukan efisiensi atau tidak adalah pemenuhan kapasitas optimal yang tergantung pada suplai bahan baku) agar kinerja Pabrik Gula Krebet Baru meningkat dan mampu bersaing dengan gula Internasional, oleh karena itu perlu adanya deregulasi dalam tata niaga pemasaran gula.Deregulasi ini secara otomatis harus terjadi seiring dengan berlakunya AFTA 2003 dan WTO 2020, dengan anggapan bahwa produsen gula bisa menyalurkan sendiri produksinya langsung ke konsumen maka biaya-biaya pemasaran melalui Bulog yang selama ini terus melilit produsen gula bisa dikurangi bahkan dihilangkan sehingga harga gula dapat bersaing. Pemerintah dalam hal ini juga telah mengatur tentang nilai kinerja perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 826/KMK.013/1992. Disebutkan bahwa penilaian kinerja itu terdiri dari indikator utama yang meliputi rentabilitas, likuiditas, dan solvabilitas serta indikator tambahan. Sehubungan dengan itu, perusahaan perlu mempertimbangkan kebijakan lain selain kebijakan keuangan yang disesuaikan dengan kondisi yang ada untuk mengukur kinerja perusahaan. Ada beberapa ukuran kinerja yang lazim dipakai dan dinyatakan dalam rasio finansial. Rasio-rasio finansial dapat dibagi ke dalam tiga kelompok yang masing-masing mengukur tingkat likuiditas dan aktivitas, tingkat hutang dan tingkat profitabilitas. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan ukuran finansial yaitu rasio, merupakan hal yang sangat umum dilakukan dan hasilnya akan memberikan pengukuran relatif dari operasi perusahaan. Untuk mengukur kinerja yang lebih spesifik, seperti kinerja operasional menggunakan Economic Value Added (EVA). Proses perhitungan EVA memerlukan estimasi atas biaya modal dan estimasi untuk perusahaan yang non publik sulit dilakukan dengan tepat. Secara umum, tujuan perusahaan adalah untuk berhasil dan tetap tumbuh dalam persaingan di abad informasi, maka perusahaan harus menggunakan sistem pengukuran dan manajemen yang diturunkan dari strategi dan kapabilitas yang dimiliki perusahaan. Tujuan tersebut dapat tercapai, bila perusahaan dalam menilai kinerja perusahaannya tidak hanya diukur dari aspek keuangan saja. Ukuran finansial tidak cukup untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan perusahaan melalui lingkungan yang kompetitif, serta ukuran finansial hanya menceritakan sebagian tindakan masa lalu dan tidak mampu memberikan pedoman yang memadai bagi upaya penciptaan nilai finansial masa depan yang dilaksanakan saat ini dan jangka panjang (Kaplan, 1996:7).Untuk mengatasi masalah tentang kelemahan sistem pengukuran kinerja perusahaan yang berfokus pada aspek keuangan dan mengabaikan kinerja non keuangan, seperti kepuasan customers, produktivitas dan sebagainya, diciptakanlah model pengukuran kinerja yang tidak hanya mencakup keuangan melainkan non keuangan yaitu model Balanced Scorecard (BSC).Model ini untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton, yang kemudian disimpulkan dalam model ini, bahwa untuk mengukur kinerja perusahaan di masa depan diperlukan ukuran komprehensif yang mencakup empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelanjaan dan pertumbuhan.Model Balanced Scorecard memberi pada eksekutif kerangka kerja yang komprehensif untuk menerjemahkan visi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang terpadu. Balanced Scorecard merupakan alat manajemen kontemporer, yang membantu perusahaan dalam memasuki lingkungan bisnis kompetitif dan perubahan sistem manajemen yang harus disesuaikan dengan tuntutan lingkungan bisnis yang dimasuki oleh perusahaan.Dengan melihat fenomena globalisasi ekonomi, kelemahan yang terdapat pada alat pengukuran kinerja tradisional, dan adanya kelebihan dari model Balanced Scorecard yang diberikan maka dalam penelitian ini penulis mencoba untuk menerapkannya pada PT. PG KREBET BARU MALANG dan mengambil judul “Penerapan Model Balanced Scorecard Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Perusahaan Pada PT. PG. KREBET BARU MALANG”.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Management > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4118

Actions (login required)

View Item View Item