Fungsi Primkopti dalam Menyalurkan Bahan Baku Kedelai dan Meningkatkan Pendapatan Pengrajin Tempe (Studi Kasus di Primkopti “Bangkit Usaha” Kota Malang

Komprehendiyono, Agus (2003) Fungsi Primkopti dalam Menyalurkan Bahan Baku Kedelai dan Meningkatkan Pendapatan Pengrajin Tempe (Studi Kasus di Primkopti “Bangkit Usaha” Kota Malang.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui sejauh mana tingkat ketersediaan kedelai di Primkopti yang digunakan untuk bahan baku para anggotanya. (2) Untuk mengetahui perbedaan pendapatan pengrajin tempe setelah menjadi anggota dan sebelum menjadi anggota Primkopti. Penelitian dilakukan di Primkopti “Bangkit Usaha” Kota Malang. Obyek. Penelitian ini dipilih secara sengaja, karena Primkopti berfungsi menyalurkan atau menjual bahan baku kedelai ke anggotanya. penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling yaitu teknik penentuan sample secara kebetulan, sample yang pertama kali ditemui diambil datanya sampai sejumlah 30 anggota dari 281 orang. Metode analisis yang digunakan antara lain tingkat ketersediaan kedelai, struktur biaya, struktur penerimaan, struktur pendapatan dan perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah menjadi anggota Primkopti. Dari hasil penelitian diketahui bahwa: Sejak tahun 1999 Primkopti sudah tidak dapat lagi memperoleh kedelai dari Dolog, yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sekarang Primkopti harus bersaing dengan badan usaha yang lain. Untuk menarik anggota supaya membeli kedelai di koperasi maka Primkopti memberikan tabungan dari pembelian kedelai sebesar Rp 10,-/Kg. Untuk pasokan bahan baku kedelai Primkopti mengambil kedelai dari Inkopti perwakilan Surabaya, sedangkan kedelai yang disalurkan adalah jenis impor (USA). Primkopti melayani anggotanya dalam pengadaan bahan baku secara rutin. Rata-rata Primkopti menyalurkan kedelai keanggotanya dalam satu bulannya sebesar 298 ton dan pengadaannya atau persediaan dalam satu bulannya rata-rata sebesar 301 ton.Hasil analisis uji t berpasangan menunjukkan bahwa pendapatan pengrajin tempe sesudah menjadi anggota Primkopti lebih besar dari pendapatan sebelum menjadi anggota Primkopti. Hal ini berarti keikutsertaan anggota dalam Primkopti menyebabkan naiknya pendapatan.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Agriculture > Agribusines > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4130

Actions (login required)

View Item View Item