RASIO FINANSIAL DAN RASIO NON FINANSIAL SEBAGAIDASAR PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UNTUKPENGAMBILAN KEPUTUSAN PENINGKATANSUMBER DAYA PADA RSM LAMONGAN

Setyarini, Enik (2003) RASIO FINANSIAL DAN RASIO NON FINANSIAL SEBAGAIDASAR PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UNTUKPENGAMBILAN KEPUTUSAN PENINGKATANSUMBER DAYA PADA RSM LAMONGAN.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan jasa non profit oriented dengan judul “Rasio Finansial Dan Rasio Non Finansial Sebagai Dasar Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Untuk Pengambilan Keputusan Peningkatan Sumber Daya Pada RSM Lamongan”.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja RSM Lamongan ditinjau dari aspek keuangan dan non keuangan. Selain itu untuk memberikan dasar pengambilan keputusan bagi manajemen dalam peningkatan sumber dayanya berdasarkan hasil penilaian kinerja.Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kinerja rumah sakit ditinjau dari aspek keuangan adalah menggunakan rasio Return On total Assets (ROA) dan rasio pertumbuhan laba bersih. Aspek non keuangan menggunakan rasio angka kematian (GDR & NDR) dan rasio kapasitas tempat tidur rumah sakit (BOR, BTO, TOI, dan LOS). Tolak ukur untuk menentukan bahwa kinerja rumah sakit dikatakan baik berdasarkan aspek keuangan jika ROA’01 > ROA’00 > ROA’99 dan pertumbuhan laba lebih besar dari tahun ke tahun. Berdasarkan aspek non keuangan, kinerja rumah sakit dikatakan baik jika sesua denga standar yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI. Kinerja non keuangan dikatakan meningkat jika GDR’99 > GDR’00 > GDR’01 sedangkanBOR dan BTO meningkat dari tahun ke tahun selama tidak melebihi angka standar Depkes, dan angka TOI & LOS menunjukkan kinerja yang lebih baik jika semakin kecil angkanya dari tahun ke tahun selama tidak kurang dari standar Depkes.Hasil perhitungan kinerja RSM Lamongan berdasarkan aspek keuangan pada tahun 2000 mengalami peningkatan, sedangkan tahun 2001 mengalami penurunan. Kinerja aspek non keuangan berdasarkan angka kematian dinyatakan tidak baik, karena melebihi angka ideal Depkes. Kinerja berdasarkan kapasitas tempat tidur dinyatakan baik dan tahun 2000 mengalami peningkatan, sedangkan tahun 2001 mengalami penurunan.Secara keseluruhan kinerja tahun 2000 mengalami peningkatan dari tahun 1999, sedangkan tahun 2001 mengalami penurunan kinerja dari tahun 2000.Berdasarkan kesimpulan di atas penulis dapat memberikan saran bahwa sebaiknya RSM Lamongan meningkatkan kualitas tenaga medis dan paramadis untuk mencapai kinerja kualitas pelayanan (angka kematian) yang baik. Manajemen RSM Lamongan sebaiknya meneliti kembali biaya-biaya yang mengalami kenaikan terlalu besar untuk meningkatkan ROA dan pertumbuhan laba bersih.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Accounting > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4141

Actions (login required)

View Item View Item