PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PERSEDIAANBAHAN BAKU MENURUT STANDAR AKUNTANSIKEUANGAN TAHUN 1999(STUDI KASUS PADA PT. CENTURY TEXTILEINDUSTRY Tbk. JAKARTA)

Sulistiyani, Ririn (2003) PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PERSEDIAANBAHAN BAKU MENURUT STANDAR AKUNTANSIKEUANGAN TAHUN 1999(STUDI KASUS PADA PT. CENTURY TEXTILEINDUSTRY Tbk. JAKARTA).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi terhadap persediaan bahan baku pada PT. Century Textile Industry Tbk, dan untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi terhadap persediaan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Century Textile Industry Tbk dengan judul “ Perlakuan Akuntasi Terhadap Persediaan Bahan Baku Menurut Standar Akuntansi Keuangan Tahun 1999 Pada PT. Century Textile Industry Tbk Jakarta “. Dalam Penelitian ini, dibandingkan antara metode arus biaya rata-rata, FIFO, LIFO dan penelitian persediaan dengan nilai terendah antara harga perolehan dan harga pasarnya.Analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut : meninjau metode pencatatan persediaan yang digunakan oleh perusahaan dan melakukan evaluasi terhadap metode tersebut; menghitung biaya persediaan dan meninjau tentang metode penilaian persediaan yang digunakan oleh perusahaan dan evaluasi terhadap metode tersebut; dan melakukan perhitungan harga pokok penjualan untuk mengetahui pengaruh persediaan terhadap Laporan Keuangan terutama neraca dan laporan laba rugi yang sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan.Hasil perhitungan menurut metode penilaian persediaan rata-rata, FIFO, LIFO akan berbeda. Dengan adanya metode yang disajikan dalam analisis data, maka akan terlihat bahwa bila metode rata-rata digunakan harga akan menjadi standar yang akan memberikan jumlah persediaan dan harga pokok penjualan antara ekstrim FIFO dan LIFO. Apabila metode FIFO digunakan akan memberikan harga yang tinggi sehingga beban pajak yang ditanggung tinggi pula. Sebaliknya metode LIFO akan memberikan jumlah persediaan dan harga pokok penjualan rendah yang akan memberikan jumlah laba sebelum pajak terendah. Untuk penilaian persediaan diukur dengan nilai terendah yaitu sebesar harga perolehannya.Dari hasil analisis diatas dan kondisi perusahaan serta kondisi ekonomi saat ini sebaiknya perusahaan tetap menggunakan metode rata-rata jika harga serta kurs sedang fluktuatif, maka dengan menggunakan metode ini harga akan menjadi standar (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah) karena harga pokok bahan baku yang dikenakan merupakan harga rata-rata dari total dalam harga periode tersebut.Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat diberikan saran-saran yaitu apabila suatu saat prediksi tentang harga pembelian bahan baku serta perubahan kurs mengalami fluktuatif yang cukup tinggi, sebaiknya perusahaan menggunakan metode penilaian persediaan rata-rata.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Accounting > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4165

Actions (login required)

View Item View Item