Tanggung Jawab Pidana Lembaga Pendidikan Atas Iklan Yang Bersifat Penipuan (Studi Kasus Di Wilayah Dinas Pendidikan Daerah Kota Blitar)

Khumaini, David (2002) Tanggung Jawab Pidana Lembaga Pendidikan Atas Iklan Yang Bersifat Penipuan (Studi Kasus Di Wilayah Dinas Pendidikan Daerah Kota Blitar).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Banyaknya praktek pengiklanan khususnya yang dilakukan lembaga pendidikan dewasa ini merupakan slah satu kajian yang perlu dikupas. Kota Blitar sebagai kota yang mempunyai wilayah tidak terlalu luas yang tercantum dalam data BPS tahun 2001 seluas 32.158 Km2 dengan jumlah penduduk 123.787 orang yang meliputi 60.653 laki-laki dan 63.134 perempuan bisa digolongkan sebagai kota kecil yang berpenduduk padat. Dengan kelebihan yang dimiliki kota Blitar ini mendorong yayasan-yayasan di bidang pendidikan untuk membangun lembaga pendidikan untuk membangun lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi di kota Blitar. Ada tiga lembaga pendidikan perguruan tinggi swasta yang berdiri di kota Blitar yaitu STIEKEN, UNISBA dan STIKIP PGRI Blitar. Dalam usahanya untuk mendapatkan calon mahasiswa ketiga perguruan tinggi ini (STIEKEN, UNISBA dan STIKIP PGRI Blitar) yang menggunakan media iklan, yang dalam bentuknya bisa malalui spanduk-spanduk yang dipasang di tempat-tempat strategis, radio dan media massa (koran). Namun sangat disayangkan dalam melakukan pengiklanan ketiga perguruan tinggi ini (STIEKEN, UNISBA dan STIKIP PGRI) cenderung dan bahkan bisa dikatakan sebagai tindakan penipuan, karena dalam pengiklanannya baik itu yang disadari atau yang tidak disadari tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau keadaan di lapangan. Dan perbuatan seperti yang telah dilakukan oleh lembaga pendidikan (STIEKEN, UNISBA dan STIKIP PGRI) bisa digolongkan sebagai tindak penipuan yang dalam KUHP diatur dalam pasal 378 tentang penipuan. Dalam mengkaji permasalahan pengiklanan yang menyesatkan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan (STIEKEN, UNISBA dan STIKIP PGRI) metode yang digunakan adalah metode analisa data secara diskriptif kualitatif, yaitu memaparkan data-data yang didapat dari penelitian seperti halnya wawancara dengan mahasiswa ketiga perguruan tinggi trersebut, wawancara dengan pihak yang berkompeten di bidang pendidikan dalam hal ini Dinas Pendidikan Daerah kota Blitar serta hasil observasi yang dilakukan oleh penulis. Berdasarkan hasil analisa penulis dapat diketahui bahwa belum adanya produk hukum yang dibuat oleh pemerintah dalam hal ini Diknas mengenai tindak pidana pendidikan yang di dalamnya mengatur permasalahan tentang iklan yang menyesatkan yang dilakukan lembaga pendidikan mengakibatkan menjamurnya iklan yang menyesatkan khususnya yang teradi di wilayah kota Blitar. Dan untuk sekarang yang dapat menjadi acuan hanyalah KUH Pidana khususnya pasal 378 tentang penipuan. Padahal acuan yang terdapat dalam KUHP pasal 378 tentang penipuan oleh penulis dirasa belum memenuhi kriteria hukuman yang adil dan pantas terhadap perbuatan pengiklanan yang menyesatkan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan. Ini dikarenakan besarnya pengaruh yang ditimbulkan baik itu jangka pendekataupun jangka panjang yang disebabkan oleh iklan menyesatkan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan. Untuk itu pembuatan perundang-undangan mengenai tindak pidana perndidikan perlu segera direalisasikan mengingat besarnya pengaruh dari perbuatan itu. Akhirnya sebagai kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa: Selain belum adanya Undang-undang yang mengatur secara tegas masalah tindak pidana pendidikan yang mengakibatkan semakin menjamurnya perbuatan pengiklanan yang menyesatkan, juga diakibatkan kekurangtelitian calon mahasiswa dalam menyikapi iklan dari lembaga pendidikan. Akhirnya sebagai kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini selain belum adanya produk Undang-undang yang mengatur secara tegas masalah tindak pidana pendidikan, kekurangtelitian calon mahasiswa, kurang proaktifnya pemerintah dalam hal ini Diknas serta moral dari para pelaku pendidikan mengakibatkan semakin menjamurnya perbuatan pengiklanan yang menyesatkan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan, dan itu sangat membahayakan bagi kepentingan berbangsa dan bernegara.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Law > Th. 2003 > Odd Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4176

Actions (login required)

View Item View Item