ANALISA STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH ( Studi Kasus di Desa Banaran Kec. Bumiaji Kotatif Batu Malang )

Meirawan, Doni (2001) ANALISA STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH ( Studi Kasus di Desa Banaran Kec. Bumiaji Kotatif Batu Malang ).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pembangunan nasional di Indonesia pada hakekatnya merupakan suatu upaya pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Dengan tujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata, materiil dan spirituil, pembangunan yang dilaksanakan harus mengandung maksud keselarasan, keseimbangan, dan berkesinambungan. Ditetapkan pada bidang ekonomi sebagai titik berat yang merupakan penggerak utama pembangunan, maka prioritas pembangunan pada sektor-sektor bidang ekonomi dengan keterkaitan antara industri dan pertanian serta bidang pembangunan lainnya.Indonesia terletak di daerah tropis yang memiliki berbagai tipe iklim, sehingga memungkinkan untuk mengembangkan berbagai jenis komoditas hortikultura. Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran bernilai ekonomis tinggi yang memberikan sumbangan dalam peningkatan kesejahteraan petani. Selama beberapa tahun terakhir ini, bawang merah termasuk enam besar komoditas sayuran komersial yang diekspor Indonesia bersama-sama dengan kubis, blumkol (kubis bunga), cabai, tomat, dan kentang. Bahkan bawang merah ini tidak hanya diekpor dalam bentuk sayuran segar, tetapi juga setelah diolah menjadi produk “ bawang goreng” (Rukmana, 1994). Bawang merah adalah jenis tanaman sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, terutama sebagai bumbu penyedap masakan. Selain dipakai sebagai bumbu masakan, bawang merah juga sering digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan untuk penyakit tertentu. Karena kegunaannya sebagai bahan bumbu dapur dan bahan obat-obatan, maka bawang merah dikenal sebagai tanaman rempah dan obat. Banyak kegunaan bawang merah dalam kehidupan manusia menyebabkan permintaan terhadap komoditas ini semakin bertambah sehingga pasarnya terbuka luas, baik pasaran dalam negeri maupun luar negeri atau ekspor ( Samadi dan Cahyono, 1996)Sesuai modal dasar yang dimiliki Indonesia, memang altenatif yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam menghadapi arus globalisasi dan regionalisasi ekonomi dalam memacu pengembangan sektor industri yang mempunyai keterkaitan langsung dengan sektor pertanian. Pembangunan industri ditujuan untuk memperkokoh struktur ekonomi nasional dengan keterkaitan yang sangat kuat dan saling mendukung antara sektor, meningkatkan daya tahan perekonomian nasional, memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha sekaligus mendorong perkembangan kegiatan berbagai sektor pembangunan lainnya.Agribisnis sebagai suatu rangkaian kegiatan sejak dari produksi pertanian, industri pengolahan, distribusi dan konsumsi tidak bisa dilepaskan dari adanya berbagai pihak yang terlibat dalam rantai rangkaian yang panjang tersebut. Pertanian Indonesia yang bertumpu pada pola usaha tani keluarga dengan skala kecil tidak mengkin untuk dapat menikmati nilai tambah dari kemajuan agribisnis tanpa adanya kerja sama yang baik antara para pelaku dalam sistem agribisnis yang ada.Sampai saat ini perekonomian di pedesaan masih ditunjang oleh sektor pertanian. Hal ini wajar karena sumber daya yang ada pada pedesaan memang lebih banyak menunjang produksi pertanian. Ditengah dinamika kemajuan dan krisis yang saat ini sedang berlangsung pada tataran pembangunan pertanian di Indonesia, maka muncul banyak gejala percepatan pertumbuhan pada industri-industri hilir pertanian, khususnya industri pengolahan yang menggunakan produk pertanian ( seperti industri pengolahan yang menggunakan makanan dan minuman dari produk pertanian, industri pengawetan buah dan sayur, industri kosmetik dan obat) dan pertumbuhan industri-industri hulu yang menyediakan input pertanian (seperti pangan ternak / ikan, pestisida, pupuk, pembibitan, dll).Industri-industri yang berkembang dipedesaan berkemampuan untuk mendorong industrialisasi pedesaan. Hal ini penting dilaksananakan karena mayoritas penduduk Indonesia hidup bermata pencaharian di pedesaan dan sebagian besar penduduk pedesaan bersumber penghasilan dari pertanian berskala kecil yang ternyata belum mampu mendukung perkembangan agroindustri secara mantap. Kedudukan penting bawang merah dalam perekonomian Indonesia khususnya dibidang hortikultira sebenarnya dengan mudah dapat dicerminkan dari fenomena bahwa setiap masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari bawang merah sebagai bahan bumbu dapur sehari-hari dan penyedap berbagai masakan. Bahkan akhir-akhir ini umbi bawang merah diolah menjadi bawang goreng yang pemasarannya sudah menembus pasaran ekspor. Salah satu daerah produsen bawang goreng ekspor adalah Kabupaten Kuningan ( Jawa Barat ) yang sudah rutin mengirim ke Singapura. Selain itu bawang merah digunakan sebagai obat dan didalam bidang industri, umbi bawang merah sering diawetkan dalam kaleng, saos, bumbu-bumbu masakan, sop kalengan, dll.Daerah sentra produksi bawang merah perlu ditingkatkan mengingat permintaan konsumen dari waktu ke waktu terus meningkat. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan daya belinya. Selain itu dengan semakin berkembangnya industri makanan maka akan terkait pula peningkatan kebutuhan terhadap bawang merah yang berperan sebagai salah satu bahan pembantunya. Agar kebutuhannya dapat selalu terpenuhi maka harus diimbangi dengan jumlah produksinya. Saat ini produksi bawang merah lebih banyak diproyeksikan untuk kebutuhan dalam negeri sedang untuk ekspor jumlahnya relatif rendah ( Rahayu dan Berlian, 2000).Agrobisnis sangat besar perenannya bagi pembangunan suatu negara, jika mengandung empat alasan. Pertama, Agroindustri merupakan metode penting dalam dalam negara dalam mengubah bahan baku ( bahan mentah) pertanian menjadi produksi barang yang siap pakai untuk dapat dikonsumsi. Kedua, Agroindustri sangat mempengaruhi sektor pabrik pada negara berkembang. Ketiga, Agroindustri merupakan ekspor terbesar dari suatu negara berkembang. Keempat, sistem makanan akan memenuhi energi suatu bangsa dan sangat penting mengimbangi jumlah penduduk yang semakin meningkat ( Bambang Tri Cahyono, 1983 ).

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Agriculture > Agribusines > Th. 2001 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4252

Actions (login required)

View Item View Item