Islam dan Membangun SDM

Drs, and M, and Natsir, (2003) Islam dan Membangun SDM.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Islam Dan Membangun SdmDrs. M. NatsirDalam Q.S. Al-Ankabut Alloh swt. Berfirman:“Orang-orang yang beriman hati mereka menjadi tenang. Ketahuilah dengan berdzikir kepada Alloh swt. Hati akan menjadi tenang”Pengertian dari ayat diatas adalah: apabila kita berdzikir kepada Alloh swt. Maka dijamin hati kita akan menjadi tenang. Berdzikir pada hal ini bisa dengan tahmid, talil, takbir maupun yang lainnya.Akan tetapi dalam konteks kehidupan sekarang apakah dengan dzikir diatas (dzikir harfiah) apakah mampu membuat hati kita tenang dalam menatap kehidupan hari ini, besok maupun yang akan datang.Oleh karenanya selain dzikir harfiah diatas yang sering kita lakukan ada dzikir lainnya:Dalam Q.S. Thoha ayat 14 Alloh swt. berfirman:“Sesungguhnya Aku ini adalah Alloh swt. Tidak ada ilah selain daripada Aku maka sembahlah Aku dan tegakkanlah sholat untuk mengingat Aku”Maka dari ayat diatas kita disuruh untuk mengingat atau berdzikir kepada Alloh swt. Dengan sholat.Tapi satu pertanyaan kenapa sholat kita selama ini tidak bisa membuat hati kita tenang, hal ini karena kita belum bisa memahami makna-makna yang terkandung dalam sholat sehingga kenikmatan sholat belum bisa kita rasakan.Seperti buya hamka berkata: kenapa sholat diawali dengan takbiratul ihrom dan mengangkat tangan ? beliau mengartikan hal tersebut dengan lambang kepasrahan kepada Alloh swt., selanjutnya kenapa sholat diutamakan dilakukan dengan berdiri ? Hal ini dalam rangka untuk mengajarkan keistiqomahan kita dalam hidup ini. Mengapa juga dengan ruku’ hal ini dimaksudkan agar kita senantiasa mengedepankan kebersamaan. Mengapa juga dengan melakukan I’tidal, agar dalam hidup ini ada sikap korektif melihat kesalahan diri sendiri, dan kenapa juga dengan melakukan sujud ? Hal ini dimaksudkan agar kita selalu bertawakal. Lalu juga melakukan duduk diantara dua sujud dan lalu sujud lagi; hal ini dimaksudkan bahwa dalam hidup ini selalu kita dianjurkan dengan terus bertawakal.Maka seandainya kita memahami akan makna dalam setiap gerakan dan ucapan dalam sholat maka kita akan mendapatkan ketenangan dalam hidup ini.Dalam Q.S. Al-Hijr ayat 9:“sesungguhnya aku yang menurunkan al-zikr itu (Al-Qur'an) dan aku yang akan menjaganya”Maka sekarang kita harus berdzikir dengan Al-Qur'an atau dalam kehidupan kita haruslah ber Al-Qur'an. Hendaknya setiap apa yang kita kerjakan dalam hidup ini kalau kita ukur dengan Al-Qur'an, maka kita akan temui standar kehidupan yang sebenarnya.Kenapa sering kita merasa terombang ambingkan dalam hidup ini baik dipasar, dirumah, dikampus dan ditempat lainnya; hal ini dikarenakan kita tidak mempunyai standar kehidupan yang benar.Kita sudah yakin bahwa Al-Qur'an adalah standar kehidupan yang haqiqi, namun dalam kenyataannya kita belum siap untuk menjalankannya dikehidupan sehari-hari.Q.S. An-Nahl ayat 124:“…….bertanyalah kamu bertanya kepada ahlinya jika kamu tidak paham (tidak tahu)”maka dzikir yang ketiga adalah dengan ilmu pengetahuan. Maka jika kita menggunakan ketiganya bukan hanya kita akan menjadi orang yang sholeh dalam spiritual namun juga sholeh dalam sosial.Dan pada akhirnya jika dzikir dengan harfiah, dzikir dengan sholat dan dzikir dengan ilmu pengetahuan telah kita lakukan, akan memuncul kan sifat-sifat sbb:1. Irradathul khuah (kemauan yang kuat)Dengan semangat yang membaja akan membuat kita takkan berputus asa dalam berusaha.2. Azizatun nafs (kebesaran jiwa)Sehingga kita tidak mundur karena diejek orang dan tidak maju karena sanjungan akan tetapi karena kebesaran jiwa yang kita miliki.3. Iffathus nafs (kesucian jiwa)Seperti yang Nabi sabdakan: “orang beriman itu kalau mengambil makanan adalah makanan yang halal dan apabila dia meninggalkan dari rezeki yang halal itu adalah amal sholeh, dan apabila dia hidup dalam kehidupan masyarakat atau dalam satu perkumpulan maka orang disekitarnya akan merasakan ketenangan kesejukan karenanya.4. Sajja’athul adawiyah (keberanian yang bermoral)Dimana keberanian ini penuh dengan aklaqul karimah. Dan manakala ketiga dzikir diats telah kita lakukan maka akan muncullah SDM-SDM yang didamba-dambakan oleh ummat.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Islamic Resources > Ceramah Ramadhan > Taraweh > 1423 H
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4264

Actions (login required)

View Item View Item