PENGARUH PEMBERIAN INOKULAN RHIZOBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) VARIETAS ARGOMULYO

Astuti, Febri (2002) PENGARUH PEMBERIAN INOKULAN RHIZOBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) VARIETAS ARGOMULYO.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan salah satu sumber protein yang penting bagi kehidupan manusia karena kandungan proteinnya yang tinggi. Oleh karena itu, kedelai sangat baik sebagai bahan makanan di negara-negara yang sumber pemerintah proteinnya masih kurang. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, kedelai mengandung lemak sekitar 18%-22% seperti asam oleat, linoleat. Kedelai juga mengandung beberapa vitamin seperti karoten, nikotenik, ribiflavin, B kompleks, dan mineral, yaitu Ca, P, Fe dan Na. Dari komposisi ini, maka kedelai mempunyai potensi untuk memperbaiki gizi masyarakat (Satiaatmadja, 1983). Pertambahan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan masyarakat, perkembangan konsumsi pangan, industri pakan lainnya serta kebutuhan benih mengakibatkan permintaan komoditas kedelai terus meningkat. Permintaan komoditas kedelai setiap tahun tidak dapat dicukupi dari produksi dalam negeri meskipun produktivitas komoditas ini terus meningkat setiap tahun. Selama lima tahun terakhir, Indonesia telah mengimport kedelai termasuk bungkil rata-rata 600 ribu ton setiap tahunnya (Sinar Tani,1994). Alasan utama kedelai diminati masyarakat luas antara lain adalah karena dalam biji kedelai terkandung nilai gizi yang tinggi, terutama kadar protein nabati. Adapun komposisi protein, mineral dan vitamin kedelai yaitu energi 139.0 K cal, kadar protein 68.2 %, protein 13.0 %, minyak 5.7 %, total karbohidrat 11.4 %, serat 1.9 %,abu 1.7 %, P 158.0 % mg/100 g, ca 78.0 mg/100 g, Fe 3.8 mg/100 g, vit A 360 mg/100g, vit B1 0.4 mg/100 g, vit B2 0.17 mg/ 100 g, vit C 27.0 mg/100 g (Shanmugassundaram 1989 dalam Adisarwanto, Rinawodja dan Suhartina, 1997).Usaha peningkatan produksi kedelai melalui program intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi harus dengan memperhatikan kelestarian kemampuan sumber daya alam dan lingkungan. Kedelai diketahui sebagai tanaman yang memerlukan unsur nitrogen dalam jumlah besar. Apabila kebutuhan ini harus dipenuhi dengan pupuk buatan tentu memerlukan biaya mahal dan dalam jangka panjang berdampak merugikan terhadap lingkungan.Untuk mengatasi hal ini dapat ditempuh dengan menginokulasi Rhizobium yang hidup bersimbiosis dengan kedelai dan dapat memfiksasi N2 dari atmosfir.Salah satu usaha untuk menunjang keberhasilan produksi kedelai antara lain penggunaan inokulum rhizobium. Hal ini karena kedelai sebagai anggota leguminosa mempunyai kemampuan menambat N2-udara dengan cara bersimbiosis dengan bakteri rhizobium.Mekanisme asosiasi antara rhizobakteri dan tanaman berlangsung disekitar akar tanaman, dimana sejumlah eksudat akar dalam berbagai bentuk senyawa karbon organik yang berfungsi substrat penyokong pertumbuhan dan aktivitas hidup rhizobakter, sebaliknya rhizobakteri memiliki kemampuan menghasilkan fitohormon tertentu seperti IAA, GAA dan kemampuan memfiksasi N serta menghasilkan osmoprotektan, sehingga bakteri tersebut berperan sebagai pupuk hayati bagi tanaman. Berdasarkan penelitian (Ikhwan dan Muhidin, 2000) telah dikaji isolat rhizobakteri yang berpotensi sebagai pupuk hayati. Ini dilihat dari kemampuannya yang dapat menghasilkan hormon pertumbuhan dan osmoprotektan yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman dari cekaman kekeringan dan mampu memfiksasi N dari udara. Dalam penelitian ini akan menguji isolat rhizobakteri secara tunggal dan campuran. Dimana isolat campuran rhizobakteri mempunyai kemungkinan akan memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, rhizobakteri mampu menghasilkan hormon pertumbuhan berupa IAA dan Giberellin yang dapat memacu pertumbuhan rambut akar, percabangan akar yang memperluas jangkauan akar, sehingga tanaman berpeluang besar untuk menyerap hara lebih banyak, disamping mempunyai kemampuan fiksasi N yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sehingga hasil tanaman meningkat.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Agriculture > Agronomy > 2002 > Odd Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4273

Actions (login required)

View Item View Item