Tanggung Jawab Bank Akibat Kelalaian Pegawai BankMemasukkan Nomor Rekening Nasabah( Studi di Bank BNI’46 Cabang Pembantu Unmuh Malang )

Nur Rahayu Ningsih, Novia (2002) Tanggung Jawab Bank Akibat Kelalaian Pegawai BankMemasukkan Nomor Rekening Nasabah( Studi di Bank BNI’46 Cabang Pembantu Unmuh Malang ).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan. Pembangunan yang tengah giat dilaksanakan tersebut meliputi segala aspek kehidupan manusia, khususnya pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam bidang ekonomi. Dalam bidang ekonomi seperti halnya dunia perbankan sangat dibutuhkan karena merupakan bidang yang dinilai sangat strategis sebagai upaya mewujudkan tujuan nasional bangsa dan negara Indonesia. Penelitian ini mengkaji secara mendalam persoalan yang berkaitan dengan tanggung jawab bank yang terjadi di Bank BNI’46. Adapun rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimanakah tanggung jawab bank terhadap kerugian yang diderita nasabah akibat kelalaian pegawainya dalam memasukkan uang di rekening nasabah ?; (2) Bagaimanakah tanggung jawab pegawai bank yang telah melakukan kelalaian dalam memasukkan nomor rekening nasabah ?. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan diatas, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif, dimana suatu tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif analisis yang berarti memberikan gambaran tentang upaya bank dalam mempertanggungjawabkan kerugian nasabah akibat kelalaian pegawai bank memasukkan nomor rekening nasabah. Sedangkan data-datanya bersifat kualitatif yang dilakukan dengan cara menggambarkan kata-kata sesuai dengan informasi yang diperoleh. Adapun sumber data penelitian ini adalah data primer (data dari informan) dan data sekunder (data dari literature, undang-undang, dokumentasi lainnya yang sesuai dengan obyek yang diteliti). Sementara teknik pengumpulan data menggunakan kepustakaan, interview/wawancara dan dokumentasi.Data yang ditemukan oleh penulis dalam penelitian ini secara umum dapat digambarkan sebagai berikut : (1) Pengadaan tabungan antara pihak bank dengan nasabah penyimpan merupakan hubungan kontraktual (dimana pihak bank selaku debitur dan nasabah penyimpan selaku kreditur) dan juga merupakan hubungan non-kontraktual yang menekankan prinsip kepercayaan, dengan adanya hubungan hukum tersebut maka terdapat adanya suatu perjanjian penyimpanan uang sesuai dengan pasal 1320 KUH Pdt, tetapi perjanjian penyimpanan uang antara bank dengan nasabah tersebut batal demi hukum dikarenakan perjanjian tersebut tidak memenuhi syarat obyektif yaitu causa yang halal karena dalam formulir permohonan pembukaan rekening terdapat adanya klausula baku. Sementara itu kajian klausula baku perspektif perlindungan konsumen sebagaimana yang tertuang dalam UU Perlindungan Konsumen no.8 th 1999 khususnya pasal 18 ayat (1) huruf g dan ayat (2) menyatakan bahwa klausula baku dilarang dilakukan oleh pelaku usaha yang dalam hal ini pihak bank; (2) Dalam hal kesalahan pencatatan pada nomor rekening nasabah maka pihak bank telah melakukan wanprestasi dan jika sengaja maka pihak bank telah melakukan perbuatan melawan hukum (on-rechmatig), (3) Tanggung jawab bank kepada nasabah diwujudkan dengan cara pihak bank segera melakukan pemindahbukuan, menghubungi atau memberitahu kepada nasabah yang dirugikan dan yang menerima transfer dari nasabah yang sebenarnya. Pihak bank mengembalikan uang nasabah yang hilang, sehingga nasabah tersebut berhak menerima kembali haknya sebagaimana seharusnya. Pihak bank juga memberikan sanksi kepada pegawainya dengan cara memotong gaji pegawainya sebesar uang nasabah yang telah dirugikan.Dalam kelalaian pegawai bank, maka pegawai bank tersebut bertanggung jawab penuh secara pribadi (bukan tanggung jawab bersama), tanggung jawab pegawai bank tersebut sesuai dengan sistem individual representatif dalam hal kesalahan direktur (pasal 85 ayat 2 UUPT).Sebaiknya dalam kelalaian pegawai bank tidak seharusnya langsung membebankan kerugian nasabah kepada pegawai, seharusnya pihak bank memberikan suarat peringatan dahulu kepada pegawai bank dan apabila terulang kesalahan lagi maka kerugian nasabah dibebankan pada pegawai yang lalai tersebut. Dan pihak bank sebaiknya tidak mencantumkan klausula baku pada peraturan yang dibuat. Akhirnya penulis berharap mudah-mudahan hasil penelitian ini dapat dijadikan sumbang saran bagi dunia ilmu hukum pada umumnya.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Law > Th. 2002 > Odd Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4315

Actions (login required)

View Item View Item