POTENSI PRODUKSI KOMODITAS UNGGULAN KABUPATEN MALANG MENJELANG OTONOMI DAERAH (Studi Kasus Pada Komoditas Apel, Salak dan Ubi Jalar)

Pelana, Nurhakim (2002) POTENSI PRODUKSI KOMODITAS UNGGULAN KABUPATEN MALANG MENJELANG OTONOMI DAERAH (Studi Kasus Pada Komoditas Apel, Salak dan Ubi Jalar).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Hembusan angin reformasi menghasilkan sebuah keputusan yang didambakan oleh banyak pihak, terutama di daerah, berupa ditetapkannya otonomi daerah. Walaupun keberadaan UU otonomi telah ada sejak lama, harapan keputusan otonomi daerah kali ini dapat diterapkan dengan baik dan penuh kesungguhan. Dengan demikian pemerintah daerah dapat mengelola dan mengeksploitasi berbagai potensi daerahnya sebaik mungkin tanpa adanya campur tangan yang berlebihan dari pihak pemerintah pusat. Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris dan banyak penduduknya yang tergantung pada penghasilan dari bidang pertanian, namun tingkat produksinya tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini terkait dengan pemanfaatan sumberdaya alam dan manusia yang kurang juga kurang optimalnya penggalian potensi alam pertanian yang ada. Atas dasar tersebut Penulis merumuskan masalah dengan bagaimana sesungguhnya keberadaan komoditas unggulan (apel, salak dan ubi jalar) di Kabupaten Malang dan apakah potensi produksi komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan di era otonomi daerah.Atas dasar rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi komoditas unggulan (apel, salak dan ubi jalar) Kabupaten Malang dan untuk mengetahui peluang pengembangan potensi produksi komoditas unggulan tersebut di era otonomi daerah. Sehingga muncul dugaan bahwa potensi komoditas unggulan bidang pertanian Kabupaten Malang (apel, salak dan ubi jalar) memiliki peluang besar untuk dikembangkan di era otonomi daerah. Juga diduga potensi produksi komoditas unggulan Kabupaten Malang tersebut memiliki prospek yang besar di era otonomi daaerah.Penelitian dilakukan di Kabupaten Malang dengan mengambil sampel komoditas apel dari Kecamatan Poncokusumo, salak dari Kecamatan Gondanglegi dan ubi jalar dari Kecamatan Wonosari. Dengan menggunakan data sekunder yang didapat dari data statistik instansi terkait, media cetak dan elektronik. Data di analisa dengan menggunakan analisa deskriptif guna mengetahui potensi produksi komoditas unggulan (apel, salak dan ubi jalar) Kabupaten Malang. Sedangkan analisa prediktif digunakan untuk mengetahui peluang pengembangan potensi produksi komoditas unggulan tersebut dengan menggunakan grafik pertumbuhan.Berdasarkan data yang diperoleh, Kabupaten Malang memiliki banyak potensi baik di bidang pertaniannya maupun yang menunjang pengembangan dan peningkatan produksinya, diantaranya dengan adanya 18 komoditas sayuran dan 21 komoditas buah-buahan, rumah tangga tani yang mendominasi pekerjaan penduduknya, kondisi iklim dan tanah yang mendukung untuk bercocok tanam komoditas unggulan (apel, salak dan ubi jalar), letak geografis yang sangat membantu dalam penyebaran dan pengenalan komoditas unggulan tersebut. Namun upaya untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman komoditas unggulan tersebut terasa masih kurang sehingga produksinya kurang optimal. Hal ini terlihat pada data-data yang ada tentang perkembangan produksi dan produktifitas komoditas apel, salak dan ubi jalar Kabupaten Malang maupun di Kecamatan Poncokusumo, Godanglegi dan Wonosari.Sehingga potensi produksi apel Kabupaten Malang, diprediksikan akan terus menurun begitu juga pada produktifitasnya. Namun produksi apel Kecamatan poncokusumo akan mengalami penurunan demikian pula pada produktifitasnya.Potensi produksi salak Kabupaten Malang, diprediksikan akan terus menurun namun produktifitasnya akan meningkat. Namun produksi salak Kecamatan Gondanglegi akan terus menurun, hal itupun terjadi pada produktifitas tanamannya.Potensi produksi ubi jalar Kabupaten Malang, diprediksikan akan terus mengalami kenaikan/peningkatan produksi maupun produktifitas tanamannya. Demikian pula pada produksi dan produktifitas tanaman ubi jalar Kecamatan Wonosari.Dengan adanya pemerintahan daerah yang otonom, memberikan kesempatan lebih besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Malang untuk lebih memperhatikan potensi-potensi yang ada. Sehingga melihat hasil analisa dan grafik analisa yang ada dapat disimpulkan tanaman apel poncokusumo, tanaman salak Kabupaten Malang dan tanaman ubi jalar baik Kabupaten Malang maupun Kecamatan Wonosari memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di era otonomi daerah.Berdasarkan hasil analisa tersebut, maka hendaknya pemerintah daerah lebih memperhatikan potensi besar dan banyak yang dimilikinya dari bidang pertanian, mengingat sumbangsihnya cukup besar. Perhatian ini bisa berupa kebijakan tentang kemudahan dalam sarana dan prasarana produksi, pengadaan pupuk dan obat, pengadaan bibit unggul maupun dalam bentuk penyuluhan pertanian yang lebih intensif.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Agriculture > Agribusines > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:39
Last Modified: 16 Nov 2016 07:39
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/4341

Actions (login required)

View Item View Item