PERBANDINGAN ANTARA PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (PPh PASAL 25) SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN PEMERIKSAAN SEDERHANA LAPANGAN

Pujawati, Pupu (2004) PERBANDINGAN ANTARA PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (PPh PASAL 25) SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN PEMERIKSAAN SEDERHANA LAPANGAN.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Berdasarkan Sistem Self Assessment Wajib Pajak menghitung, memperhitungkan, dan menyetor serta melaporkan kewajiban perpajakannya. Sebagai konsekuansi logis dari sistem tersebut Direktorat Jenderal Pajak melakukan pemeriksaan dengan tujuan utama untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam rangka meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui sejauh mana perbedaan rata-rata hasil penerimaan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (PPh Psl 25) sebelum dan setelah dilakukan Pemeriksaan Sederhana Lapangan di Kantor Pelayanan Pajak Bandung Cibeunying. Studi dilakukan dengan mengambil sampel 15 Wajib Pajak Orang Pribadi Klasifikasi Lapangan Usaha Perdagangan Eceran Komoditi Makanan, Minuman/Tembakau Hasil Industri Pengolahan di dalam Bangunan pada Kantor Pelayanan Pajak Bandung Cibeunying. Penelitian terbatas pada pemeriksaan atas jenis Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh Psl 25). Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data primer dikumpulkan berdasarkan observasi terhadap objek yang diamati laporan hasil pemeriksaan pajak. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan Analisis Kuantitatif dan Statistik Hipotesis Kesamaan Dua Rata-rata Berpasangan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Hipotesis dari penelitian ini adalah penerimaan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (PPh Psl 25) setelah Pemeriksaan Sederhana Lapangan memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan sebelum dilakukan Pemeriksaan Sederhana Lapangan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa adanya keterbatasan atas tenaga dan keahlian pemeriksa menjadi suatu kendala bagi Pemeriksa Pajak dalam mengimbangi kecanggihan Wajib Pajak dalam memanipulasi beban pajak sehingga tidak semua kecurangan dapat dideteksi oleh pemeriksa. Atas permasalahan ini diperlukan suatu upaya-upaya pelatihan untuk memperbaharui dan meningkatkan pengetahuan serta keahlian pemeriksa sehingga tujuan semula dapat dicapai. Dari hasil pengujian kesamaan dua rata-rata berpasangan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara penerimaan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (PPh Pasal 25) sebelum dengan setelah dilakukan Pemeriksaan Sederhana Lapangan. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis dapat diterima yang berarti bahwa rata-rata penerimaan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (PPh Psl 25) sebelum dan setelah dilakukan Pemeriksaan Sederhana Lapangan memiliki perbedaan yang signifikan.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2004
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:40
Last Modified: 16 Nov 2016 07:40
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/5173

Actions (login required)

View Item View Item