PENERAPAN METODE SEVEN TOOLS DALAM PENGENDALIAN MUTU TERPADU (STUDI KASUS PT. “X “)

Kristiawan, Deny (2004) PENERAPAN METODE SEVEN TOOLS DALAM PENGENDALIAN MUTU TERPADU (STUDI KASUS PT. “X “).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pada umumnya setiap perusahaan akan selalu berorientasi pada pencapaian kualitas terbaik. Untuk mencapai sasaran pencapaian kualitas terbaik diperlukan usaha pengendalian kualitas untuk menjaga kualitas produk agar tetap berada dalam batas-batas yang diijinkan. Untuk menjamin kualitas yang baik (tidak adanya produk yang cacat), maka perlu dilakukan usaha pencegahan terjadinya kesalahan proses produksi, sehingga dihasilkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dan produk cacat dapat dikurangi. Di dalam mencegah terjadinya kesalahan produksi maka perusahaan membentuk team yang dinamakan team QCC atau biasa disebut gugus kendali mutu (GKM). Team QCC pada perusahaan ini terdiri dari beberapa perwakilan dari departemen-departemen yang berbeda, dan team QCC ini bersifat sukarela untuk melakukan kegiatan pengendalian dan perbaikan secara berkesinambungan. Untuk mengantisipasi ataupun memecahkan persoalan maka gugus kendali mutu mempunyai siklus yang disebut siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action). Di dalam melakukan perbaikan berkesinambungan, team QCC menggunakan teknik quality qontrol yang berupa tujuh alat bantu. Fungsi dari tujuh alat bantu adalah mencari akar permasalahan. Tujuh alat bantu itu adalah stratifikasi, lembar periksa, grafik, peta kendali, diagram pareto, diagram pencar, diagram sebab akibat. Ternyata hasil pada laporan ini menunjukkan bahwa permasalahan (cacat jahit pada bagian depan) yang dihadapi team QCC, dapat diketahui akar permasalahannya dengan keempat alat bantu, seperti lembar periksa, peta kendali, diagram pareto, diagram sebab akibat. Dari keempat alat yang digunakan permasalahan yang benar-benar dirasakan dominan adalah jahit kansai yang meloncat dan posisi kancing terbalik. Setelah akar permasalahan diketahui, maka tindakan-tindakan perbaikan dibuat dan diimplementasikan (on-site training dan peningkatan pengawasan). Hasil akhir pada penelitian ini adalah cacat produk yang dihasilkan menurun sebesar 13% dan dapat dilakukan standarisasi .

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2004
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:40
Last Modified: 16 Nov 2016 07:40
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/5198

Actions (login required)

View Item View Item