Sistem Informasi Reservasi Dan Pengunjung Museum Geologi Dan Museum Kars

Reza Novrian Sukamto, Igil and Sukria, Ganda and Mega Febriani, Ira (2013) Sistem Informasi Reservasi Dan Pengunjung Museum Geologi Dan Museum Kars.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Keberadaan Museum Geologi berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi dan tambang di wilayah Nusantara yang dimulai sejak pertengahan abad ke-17 oleh para ahli Eropa. Setelah di Eropa terjadi revolusi industri pada pertengahan abad ke-18, mereka sangat membutuhkan bahan tambang sebagai bahan dasar industri. Pemerintahan Belanda sadar akan pentingnya penguasaan bahan galian di wilayah Nusantara, maka dibentuklah ��Dienst van het Mijnwezen�� (1850) untuk menunjang perkembangan industri. Kelembagaan ini berganti nama jadi ��Dienst van den Mijnbouw�� (1922), yang bertugas melakukan penyelidikan geologi dan sumberdaya mineral. Hasil penyelidikan yang berupa contoh-contoh batuan, mineral, fosil, laporan dan peta memerlukan tempat untuk penganalisaan dan penyimpanan, sehingga pada tahun 1928 Dienst van den Mijnbouw membangun gedung di Rembrandt Straat Bandung. Gedung tersebut pada awalnya bernama Geologisch Laboraturium yang kemudian juga disebut Geologisch Museum. Gedung Geologisch Laboraturium dirancang dengan gaya Art Deco oleh arsitek Ir. Menalda van Schouwenburg, dan dibangun selama 11 bulan dengan 300 pekerja dan menghabiskan dana 400 gulden, mulai pertengahan tahun 1928 sampai diresmikannya pada tanggal 16 Mei 1929. Peresmian tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres IlmuKeberadaan Museum Geologi berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi dan tambang di wilayah Nusantara yang dimulai sejak pertengahan abad ke-17 oleh para ahli Eropa. Setelah di Eropa terjadi revolusi industri pada pertengahan abad ke-18, mereka sangat membutuhkan bahan tambang sebagai bahan dasar industri. Pemerintahan Belanda sadar akan pentingnya penguasaan bahan galian di wilayah Nusantara, maka dibentuklah ��Dienst van het Mijnwezen�� (1850) untuk menunjang perkembangan industri. Kelembagaan ini berganti nama jadi ��Dienst van den Mijnbouw�� (1922), yang bertugas melakukan penyelidikan geologi dan sumberdaya mineral. Hasil penyelidikan yang berupa contoh-contoh batuan, mineral, fosil, laporan dan peta memerlukan tempat untuk penganalisaan dan penyimpanan, sehingga pada tahun 1928 Dienst van den Mijnbouw membangun gedung di Rembrandt Straat Bandung. Gedung tersebut pada awalnya bernama Geologisch Laboraturium yang kemudian juga disebut Geologisch Museum. Gedung Geologisch Laboraturium dirancang dengan gaya Art Deco oleh arsitek Ir. Menalda van Schouwenburg, dan dibangun selama 11 bulan dengan 300 pekerja dan menghabiskan dana 400 gulden, mulai pertengahan tahun 1928 sampai diresmikannya pada tanggal 16 Mei 1929. Peresmian tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres Ilmu

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Sistem Informasi reservasi
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Teknik > Teknik Informatika > 2012
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/524

Actions (login required)

View Item View Item