HUBUNGAN ANTARA ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PERENCANAAN LABA DENGAN MENGGUNAKAN LAPORAN LABA/RUGI PADA PT AGRONESIA DIVISI INDUSTRI ES SARIPETOJO BANDUNG

Astuti, Puji (2004) HUBUNGAN ANTARA ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PERENCANAAN LABA DENGAN MENGGUNAKAN LAPORAN LABA/RUGI PADA PT AGRONESIA DIVISI INDUSTRI ES SARIPETOJO BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

PT Agronesia Divisi Industri Es Saripetojo Bandung merupakan perusahaan yang memproduksi Es balokan yang berkapasitas 25 Kg (yang terdiri dari jenis A, jenis B, dan jenis C) dan yang berkapasitas 100 Kg (Carving). Untuk memenuhi kebutuhan produksinya pihak manajemen dituntut untuk membuat perencanaan produksi agar dapat mencapai laba yang diharapkan. Dalam usaha untuk mencapai laba, pihak manajemen seringkali dihadapkan terutama pada masalah laba. Salah satu cara agar dapat membantu pihak manajemen dalam menghadapi masalah laba yaitu dengan menggunakan analisis Break Even Point. Analisis ini selain berguna bagi perusahaan untuk memperkirakan besarnya penjualan sesuai dengan tingkat laba yang dikehendaki atau direncanakan, juga berguna untuk melihat hubungan antara biaya, volume penjualan dan harga jual yang diinginkan perusahaan. Melalui analisis Break Even Point, perusahaan dapat menentukan berapa besarnya penjualan yang harus dicapai sehingga perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Setelah jumlah tersebut diketahui maka langkah berikutnya perusahaan dapat memperkirakan besarnya penjualan sesuai dengan tingkat laba yang dikehendaki atau di rencanakan. Masalah yang dibahas berdasarkan latar belakang diatas adalah bagaimana proses pengklasifikasian biaya tetap dan biaya variabel, bagaimana cara perhitungan dan grafik Break Even Point, bagaimana perolehan laba bersih perusahaan, dan bagaimana hubungan antara analisis Break Even Point sebagai alat bantu manajemen dalam perencaaan laba dengan perolehan laba bersih perusahaan. Objek yang digunakan dalam skripsi ini adalah analisis Break Even Point dalam hubungannya dengan laba bersih. Sedangkan metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu data yang diperoleh berupa data kuantitatif. Data sampel yang diambil selama periode semester II yaitu mulai dari bulan Juli – Desember 2003, analisis yang dilakukan untuk mendapatkan hasil penelitian adalah analisis korelasi, analisis regresi, koefisien determinasidan pengujian hipotesis. Setelah dilakukan pengolahan data, maka pada bulan Juli 2003 total penerimaan penjualan perusahaan adalah Rp. 407,243,455.00 dengan volume penjualan sebanyak 2,560,350 unit (balok/kg), total biaya yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp.265,115,149.58 terdiri dari jumlah biaya variabel sebesar Rp.123,678,229.80 dan biaya tetap Rp.141,436,919.80. Sehingga pada bulan Juli 2003 laba yang dicapai sebesar Rp.143,093,275.42. Besarnya Break Even Point tercapai pada saat penjualan sebesar Rp. 203,126,410.70 dengan volume penjualan sebanyak 1,298,600.6 unit (balok/kg). Dari hasil perhitungan nilai korelasi, berdasarkan kriteria Guilford terdapat hubungan yang sangat erat antara analisis Break Even Point dengan laba bersih, namun menunjukan hubungan linier negatif sempurna atau hubungan yang berlawanan arah yaitu semakin besar titik Break Even Point perusahaan, maka semakin kecil kesempatan perusahaan untuk memperoleh laba bersih.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2004
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:40
Last Modified: 16 Nov 2016 07:40
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/5352

Actions (login required)

View Item View Item