Pengembangan Ekowisata Di Pulau Biawak Kabupaten Indramayu

Nurlaela, Ira (2017) Pengembangan Ekowisata Di Pulau Biawak Kabupaten Indramayu.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Indramayu merupakan salah satu kabupaten dari Provinsi Jawa Barat. Lokasi wilayah ini berada di pesisir pantai utara Pulau Jawa bagian barat. Wilayah ini memiliki potensi wisata yang besar karena memiliki kekayaan alam, tradisi, seni budaya dan sejarah. Salah satu objek wisata yang dimiliki Kabupaten Indramayu adalah Pulau Biawak. Pulau ini disebut Pulau Biawak karena di wilayah ini terdapat banyak satwa biawak (Varanus salvator). Selain terdapat banyak satwa biawak pulau ini memiliki wisata pasir putih, ekosistem padang lamun, ekosistem terumbu karang dan mangrove.Pulau Biawak diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2013 pasal 7 sebagai kawasan perlindungan plasma nutfah dan kawasan terumbu karang. Pulau ini juga merupakan taman wisata alam laut yang diatur dalam RTRW Kabupaten Indramayu tahun 2011-2031 pada pasal 40 ayat 3. Pulau Biawak menjadi tujuan wisata, karena keunikan faunanya serta keindahan biota lautnya. Minat pengunjung ke Pulau Biawak cukup tinggi tetapi aksesibilitas wisata tersebut belum mendukung. kondisi Pulau Biawak yang memiliki keanekaragaman fauna serta terdapat satwa unik, maka kawasan Puau Biawak menjadi potensial untuk di kembangkan sebagai kawasan wisata. Karena kawasan Pulau Biawak merupakan kawasan konservasi, maka pengembangan pariwisata yang sesuai untuk wilayah ini adalah ekowisata pulau. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata di Pulau Biawak Indramayu. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi dan permasalahan serta arahan pengembangan ekowisata di Pulau Biawak. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar dan wisatawan sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait seperti pengelola kawasan Pulau Biawak, Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan Serta BAPPEDA Kabupaten Indramayu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) teridentifikasinya potensi berupa daya tarik ekosistem biawak, tersedianya air bersih dan listrik tenaga matahari yang baik, bangunan yang ada relaif sedikit yaitu 5-10 bangunan. Permasalahan di Pulau Biawak mahalnya biaya menyeberang dari indramayu ke Pulau Biawak, kurangnya kemanan dan kenyamanan saat menyeberang ke Pulau Biawak, rusaknya bangunan yang ada di Pulau Biawak, tidak ada informasi/promosi, informasi tentang Pulau Biawak tidak diketahui oleh masyarakat. (2) teridentifikasinya arahan pengembangan konsep Ekowisata dengan penambahan jumlah angkutan, menyediakan kapal cepat yang murah, perbaikan sarana dan prasarana berupa perawatan dan pemeliharaan bangunan yang rusak di Pulau Biawak, peningkatan informasi/ promosi, partisipasi masyarakat berupa penyediaan tempat oleh-oleh, toko souvenir hasil kerajinan serta koperasi masyarakat , membina masyarakat serta melakukan kerjasama yang baik dengan para stakeholder bidang pariwisata.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Ekowisata, Pengembangan Ekowisata, Pulau Biawak
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota > 2016
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Perencanaan Wilayah dan Kota (S1)
Date Deposited: 10 Nov 2017 03:33
Last Modified: 10 Nov 2017 03:33
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/53750

Actions (login required)

View Item View Item