Usulan Perbaikan Untuk Mengurangi Potensi Kegagalan Produk Cacat Pada Mesin Center Toshiba BMC-100(5) Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis Di PT. Dirgantara Indonesia

Noor Prabowo, Ari (2017) Usulan Perbaikan Untuk Mengurangi Potensi Kegagalan Produk Cacat Pada Mesin Center Toshiba BMC-100(5) Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis Di PT. Dirgantara Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pada prinsipnya PT. Dirgantara Indonesia adalah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang kedirgantaraan yaitu pembuatan pesawat terbang, dalam pembuatan pesawat terbang PT. Dirgantara Indonesia memilki berbagai jenis mesin produksi salah satunya adalah mesin Center, Toshiba BMC-100(5). Mesin ini memproduksi komponen jenis file untuk pesawat Boeing. Cara kerja mesin CNC ini adalah benda kerja dipotong oleh sebuah pahat yang berputar dan kontrol gerakannya diatur oleh komputer melalui program, karena umur mesin yang sudah terlalu tua, sering terjadi produk cacat (reject) pada proses produksi mesin Center, Toshiba BMC-100(5). Dengan itu perlu adanya suatu analisis terhadap perawatan yang baik untuk mengatasi kerusakan yang terjadi pada mesin. Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) metode ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem dengan mempertimbangkan bermacam-macam jenis kegagalan dari sistem yang terdiri dari komponen-komponen, menganalisis pengaruh-pengaruh terhadap keandalan sistem dengan penelusuran pengaruh-pengaruh kegagalan komponen sesuai dengan level item-item khusus dari sistem yang kritis dapat dinilai dan tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki kegagalan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa komponen dari mesin Center, Toshiba BMC-100(5) yang mengakibatkan cacat (reject) undercuted, damaged, dan undersized pada produk ANGEL FWD SUPORT, FORK FITTING, CLEAT SHEAR, dan JOIN STRAP LOWER. Tahapan dalam menentukan komponen mana yang paling berpengaruh besar terhadap kegagalan pada proses produksi mesin, Toshiba BMC-100(5) yaitu menentukan cacat yang paling dominan mengunakan diagram pareto, menentukan kegagalan yang terjadi menggunakan fishbone diagram, menentukan efek dari kerusakan komponen, menilai efek dari kerusakan, menilai frekuensi penyebab kerusakan, dan deteksi probabilitas. Hasil perhitungan dengan metode RPN (risk priority number) dan work sheet FMEA dengan nilai RPN 180 yang artinya perlu dilakukan tindakan perawatan pada komponen cutter tumpul sehingga tidak mengakibatkan cacat (reject) pada produk.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Maintenance, FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2016
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Date Deposited: 10 Nov 2017 03:33
Last Modified: 10 Nov 2017 03:33
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/53812

Actions (login required)

View Item View Item