ANALISIS HUBUNGAN PERLAKUAN HASIL PENJUALAN SISA BAHAN TERHADAP HARGA POKOK PRODUK STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN GARMEN PT. X

S, Ellystina (2004) ANALISIS HUBUNGAN PERLAKUAN HASIL PENJUALAN SISA BAHAN TERHADAP HARGA POKOK PRODUK STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN GARMEN PT. X.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam kegiatan produksi baik yang dilakukan secara masa maupun pesanan dalam proses pengerjaan bahan baku sebagai unsur utama untuk pembentukan produk, adakalanya tidak terbentuk semua menjadi produk jadi. Dalam proses pemotongan bahan baku untuk menjadi produk jadi atau pakaian jadi tidak dapat terhindarkan dari kerugian-kerugian tertentu atau pengurangan biaya-biaya produksi yang dikorbankan, yang disebabkan adanya sisa bahan yang tidak dipakai lagi. Oleh karena itu perusahaan untuk memperkecil kerugian-kerugian dari sisa bahan harus dikumpulkan disimpan untuk kemudian dijual kepada pihak lain. Hasil jual dari sisa bahan tersebut akan mempunyai pengaruh terhadap bahan baku yang telah dikorbankan oleh perusahaan, pada hal bahan baku merupakan unsur yang membentuk harga pokok. Permasalahan penelitian yang muncul, Bagaimana memperlakukan hasil penjualan sisa bahan oleh perusahaan? Bagaimana hubungan dari hasil penjualan terhadap harga pokok produk? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan harga pokok produk , dan mengetahui perlakuan akuntasi dari sisa bahan serta mengetahui akuntansi penjualan sisa bahan dalam hubungannya dengan harga pokok oleh perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang ditekankan pada studi untuk memperoleh informasi dan gambaran penelitian mengenai fenomena makna dan implementasinya dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) sisa bahan merupakan kelebihan dari bahan baku yang dibeli dalam proses produksi disaat pemotongan, warna kain yang setiap pesanan yang berbeda, maka sisa bahan ini tidak dapat digunakan lagi. Timbulnya Sisa bahan baku dapat terjadi disebabkan oleh faktor-faktor manusia dan faktor bahan baku pada saat pemotongan. Oleh karena itu tindakan perusahaan terhadap sisa bahan selalu memperhatikan biaya-biaya yang telah dikorbankan dalam proses produksi. (b) perlakuan dari hasil penjualan sisa bahan sebagai pengurang biaya bahan baku dan BOP yang dipakai dalam pesanan yang menghasilkan sisa bahan tersebut dan dari hasil penjualan dapat mengurangi kerugian-kerugian yang ditimbulkan dalam proses produksi. (c) hubungan hasil penjualan sisa bahan terhadap harga pokok produk dapat dilihat dari pemakaian biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk yang dipesan oleh buyer. Dari hasil penjualan tersebut diperlakukan sebagai pengurang biaya-biaya yang dikorbankan yang akan berpengaruh dalam penentuan harga pokok produk. Dimana biaya-biaya yang dikorbankan tersebut merupakan unsur-unsur dari pembentukan harga pokok.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2004
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:40
Last Modified: 16 Nov 2016 07:40
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/5382

Actions (login required)

View Item View Item