ANALISIS PERBANDINGAN ALOKASI BIAYA OVERHEAD PABRIK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM BIAYA KONVENSIONAL DAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING PADA PT AGRONESIA DIVISI INDUSTRI ES SARIPETOJO BANDUNG

Hendrayani, Teti (2004) ANALISIS PERBANDINGAN ALOKASI BIAYA OVERHEAD PABRIK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM BIAYA KONVENSIONAL DAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING PADA PT AGRONESIA DIVISI INDUSTRI ES SARIPETOJO BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pada dekade terakhir ini telah diperkenalkan suatu metode, yaitu metode activity based costing untuk menggantikan metode konvensional yang selama ini masih banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, seperti halnya PT Agronesia Divisi Industri Es Saripetojo Bandung merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi Es balokan yang berkapasitas 25 Kg (yang terdiri dari jenis A, jenis B, dan jenis C) dan yang berkapasitas 100 Kg (Carving). Pengalokasian biaya overhead pada PT Agronesia Divisi Industri Es Saripetojo Bandung, masih menggunakan alokasi konvensional dimana jam mesin sebagai cost drivernya, karena jam mesin mempunyai kontribusi yang paling banyak diantara cost driver yang lainnya. Sementara sistem activity based costing belum digunakan pada perusahaan tersebut. Sistem activity based costing merupakan sistem informasi biaya yang menyediakan informasi lengkap tentang aktivitas untuk memungkinkan personel perusahaan melakukan pengelolaan terhadap aktivitas, sehingga dapat dilakukan pengendalian biaya melalui penyediaan informasi tentang aktivitas yang menjadi penyebab timbulnya suatu biaya. Pengalokasian biaya overhead dengan activity based costing menggunakan cost driver secara proporsional, dimana cost driver merupakan pemicu biaya yang benar-benar mencerminkan biaya overhead itu sendiri, sehingga memungkinkan mengalokasikan biaya secara lebih akurat. Dibandingkan dengan sistem konvensional, ABC system lebih dapat membantu dalam penentuan keputusan manajemen dalam penentuan harga suatu produk secara lebih akurat. Objek yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah tentang analisis perbandingan alokasi biaya overhead pabrik antara yang menggunakan sistem konvensional dan activity based costing. Sedangkan metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu metode yang bertujuan untuk menganalisa data-data, khususnya terhadap aspek-aspek yang akan diteliti dimana data dan informasi yang diperoleh dikumpulkan, diuraikan dan dianalisis serta diuji secara statistik. Setelah dilakukan pengolahan data, maka pada periode Desember 2003 diperoleh biaya overhead pabrik dengan sistem konvensional untuk produk jenis A sebesar Rp.11.560.000, jenis B Rp.53.039.200 dan jenis C sebesar Rp62.418.850, sementara dengan sistem ABC, BOP untuk setiap produk diperoleh : untuk jenis A sebesar Rp.24.764.975, jenis B Rp.51.312.450 dan jenis C sebesar Rp.50.939.950. Hal ini menunjukkan BOP dengan sistem konvensional akan mengakibatkan pembebanan yang terlalu kecil (undercosting) atau pembebanan BOP yang terlalu besar (overcosting).

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2004
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:40
Last Modified: 16 Nov 2016 07:40
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/5384

Actions (login required)

View Item View Item