Perancangan Lean Manufacturing Menggunakan Pendekatan WAM Dan Valsat Di PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk

Rachmat Budiman, Harry (2017) Perancangan Lean Manufacturing Menggunakan Pendekatan WAM Dan Valsat Di PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Industri sepatu mengalami peningkatan yang signifikan dalam satu dekade terakhir ini. Bisnis sepatu di Indonesia sendiri mengalami peningkatan yang begitu pesat meskipun masih dibawah Vietnam. Kondisi ekonomi juga diperkirakan akan terus meningkat di kawasan ASEAN sehingga daya beli masyarakat akan semakin tinggi. Untuk memanfaatkan peluang ini para produsen sepatu harus mampu lebih unggul agar dapat menjadi bagian penting dari persaingan ini. Tidak hanya unggul dari segi harga, namun juga unggul dari kemampuan produsen dalam menanggapi permintaan pasar. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka peneliti bertujuan untuk mengukur tingkat responsifitas PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk dengan merujuk pada konsep Lean Manufacturing. Lean manufacturing adalah konsep yang menerapkan eliminasi pemborosan sehingga dapat meningkatkan responsifitas perusahaan. Implementasi penelitian ini diawali dengan pembuatan value stream mapping untuk menggambarkan bagaimana aliran produksi berjalan. Kemudian membuat waste relationship matrix untuk mengetahui hubungan antara tujuh tipe pemborosan dan dilanjutkan menggunakan waste assessment questionaire untuk mendapatkan bobot akhir dari tujuh tipe pemborosan. Langkah terakhir menggunakan value stream mapping tools untuk mendapatkan detail mapping tools yang sesuai berdasarkan bobot perioritas. Detail mapping tools ini mampu menggambarkan secara rinci bagaimana dampak dari pemborosan sehingga lebih mudah untuk mengidentifikasi langkah perbaikan yang tepat. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa hasil VSM menunjukan total lead time sebesar 23,18 hari dan cycle time 2218 detik. Hasil pendekatan WAM didapatkan urutan pemborosan yaitu defect (26,6%), waiting (16,1%), unneccessary inventory (16,1%), unneccessary motion (14,27%), overproduction (11,93), excessive transportation (7,6%) dan inappropriate processing (7,53%). Sementara hasil PAM menunjukan pemborosan storage (99,56%), inspection (0,12%), transportaion (0,05%) sehingga value to waste ratio hanya sebesar 0,27%. Kemudian hasil SCRM menunjukan total lead time sebesar 24,54 hari dan day physical stock sebesar 23,18 hari. Rekomendasi perbaikan yang memungkikan diterapkan adalah aktivitas conform baha baku. Harapan hasil terapan rekomendasi ini menghasilkan penurunan inventory sebesar 7,9 hari sehingga total lead time dapat turun menjadi 15,28 hari.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Performansi, Lean Manufacturing, VSM, WAM, VALSAT
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2017
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Date Deposited: 10 Nov 2017 03:33
Last Modified: 10 Nov 2017 03:33
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/54051

Actions (login required)

View Item View Item