Pembingkaian Berita E-KTP Media Cetak Di Kota Cimahi (Analisis Framing: Robert N. Entman Pada Harian Umum Pikiran Rakyat Dan Tribun Jabar Edisi 9 Februari 2017)

Reza Renaldi, Muhammad (2017) Pembingkaian Berita E-KTP Media Cetak Di Kota Cimahi (Analisis Framing: Robert N. Entman Pada Harian Umum Pikiran Rakyat Dan Tribun Jabar Edisi 9 Februari 2017).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian dan cara pandang wartawan dari dua surat kabar berbeda mengkonstruksikan serta membangun realitas terhadap pemberitaan E-KTP di Kota Cimahi di Harian Umum Pikiran Rakyat dan Tribun Jabar, untuk mengetahuinya, peneliti menggunakan empat kategori yang dijadikan sub fokus yaitu pendefinisian masalah, memperkirakan penyebab masalah, membuat keputusan moral, dan menekankan penyelesaian.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metodologi kualitatif dengan model analisis framing Robert N. Entman. Model ini digunakan untuk mengetahui bagaimana media massa mengkonstruksikan suatu realitas.Dengan pengertian tersebut dapat ditarik hasil bahwa berbagai pemberitaan tersebut dapat dipandang dan dimaknai dengan berbeda diliat dari hasil pemberitaan yang telah di konstruksikan oleh kedua media yaitu Tribun Jabar dan Pikiran Rakyat. Pendefinisian masalah dalam pemberitaan tersebut adalah gagalnya pemerintah pusat dalam melelang blanko e-KTP yang berdampak kepada seluruh masyarakat di Kota Cimahi khususnya belum memiliki e-KTP dan pihak Disdukcapil mengeluarkan Suket sebagai e-KTP sementara untuk keperluan Pemilu dan Administrasi bernegara.Memperkirakan penyebab masalah Tribun Jabar dan Pikiran Rakyat memaparkan penyebab dari kosongnya blanko e-KTP adalah Pemerintah Pusat yang tidak bisa memangkan blanko e-KTP dalam proses pelelangan dan adapun isu e-KTP palsu adalah kurangnya pengawasan dari Pemerintah Daerah.Membuat keputusan moral menurut Tribun Jabar dan Pikiran Rakyat adalah masyarakat merasa sangat dirugikan karna belum bisa mendapatkan eKTP yang berlaku seumur hidup tersebut setelah melakukan pendaftaran e-KTP selama 6 bulan tersebut.Menekankan penyelesaian dalam kasus kosongnya blanko e-KTP menurut Tribun Jabar dan Pikiran Rakyat yaitu pihak pemerintah bersedia melayani pembuatan suket untuk keperluan pemilu hingga tanggal 15 Februari 2017 dimana hari tersebut bertepatan dengan pemilu serta akan adanya pengantisipasi e-KTP palsu dengan menggunakan card reader.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Analisis Framing.
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2017
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Date Deposited: 10 Nov 2017 03:33
Last Modified: 10 Nov 2017 03:33
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/54195

Actions (login required)

View Item View Item