Diskursus Makna Pelanggaran Hak Asasi Manusia (Analisis Hermeneutika Jurgen Habermas dalam Diskursus Makna pelanggaran Hak Asasi Manusia Kepada Kaum Yahudi Pada Autobiogarfi Mein Kampf Volume Karya Adolf Hitler)

Dien Hafzhillah, Nadzria (2017) Diskursus Makna Pelanggaran Hak Asasi Manusia (Analisis Hermeneutika Jurgen Habermas dalam Diskursus Makna pelanggaran Hak Asasi Manusia Kepada Kaum Yahudi Pada Autobiogarfi Mein Kampf Volume Karya Adolf Hitler).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini memiliki judul Diskursus Makna Pelanggaran Hak Asasi Manusia (Analisis Hermeneutik Jurgen Habermas Dalam Diskursus Makna Pelanggaran Hak Asasi Manusia Pada Kaum Yahudi Dalam Autobiografi Mein Kampf Volume I Karya Adolf Hitler) dilaksanakan dengan tujuan, untuk mengetahui diskursus makna pelanggaran hak asasi manusia pada kaum Yahudi yang diungkapkan pada auto biografi Mein Kampf karya Adolf Hitler. Sehingga tidak ada pergeseran makna atau kesalahpahaman dalam menginterpretasi makna pelanggaran hak asasi manusia. Metode yang dipakai pada penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Jurgen Habermas. Habermas memberikan tiga ekspresi dalam pemahamannya yakni bahasa atau linguistik, tindakan atau kegiatan dan pengalaman. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik dokumentasi, studi pustaka dan penelusuran data online. Analisis data menggunakan kategorisasi dan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, yang dilakukan adalah menggunakan wawancara, bahan referensi dan mengadakan member check. Hasil penelitian yang diperoleh adalah diskursus makna pelanggaran hak asasi manusis pada kaum yahudi yaitu tiga ekpresi. Pertama ekspresi bahasa yaitu pada makna dan gaya bahasa terdapat makna peyorasi, denotatif dan konotatif pada pernyataan. Kedua ekspresi tindakan, tujuan penulisan Mein Kampf ini untuk memperlihatkan gambaran kesenjangan antara kaum borjuis dan kaum kerja (buruh). Ketiga ekspresi pengalaman, dalam hal ini Hitler menceritakan mengenai ketertarikannya terhadap kegiatan-kegiatan sosial, gerakan demokrasi sosial dan kaum yahudi. Ia juga menyatakan dirinya sebagai pembenci kaum Yahudi. Kesimpulan penelitian ini adalah eksploitasi kaum kerja (buruh) oleh kaum borjuis. Hal ini membuat Hitler membenci gerakan demokratis dan kaum Yahudi sebagai pemimpin gerakan tersebut. Saran peneliti bagi peneliti selanjutnya adalah mempelajari referensireferensi yang berkaitan dengan hermeneutika. Hermeneutika mampu mengkaji teks lebih dalam dan detail karena, aspek kepentingan dibalik teks tersebut juga dikaji.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Mein Kampf, Adolf Hitler, Hak Asasi Manusia, Diskursus, Hermeneutika Jurgen Habermas, Yahudi, Borjuis
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2017
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Date Deposited: 10 Nov 2017 03:34
Last Modified: 10 Nov 2017 03:34
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/54317

Actions (login required)

View Item View Item