Penilaian Postur Kerja Guna Evaluasi Tingkat Resiko Kerja Dengan Metode Rapid Office Strain Assessment (Rosa)

Isna Oesman Purwanto, Titin (2017) Penilaian Postur Kerja Guna Evaluasi Tingkat Resiko Kerja Dengan Metode Rapid Office Strain Assessment (Rosa). Prosiding SAINTIKS FTIK UNIKOM, 2.

[img]
Preview
Text
i-7-titin-isna-oesman-analsis-postur-kerja-dengan-metode-rosa.pdf - Published Version

Download (152kB) | Preview
Official URL: http://prosiding-saintiks.ftik.unikom.ac.id/jurnal...

Abstract

Fasilitas komputer dalam dunia kerja sangat penting, termasuk di perkantoran. Pekerja di perkantoran sangat terbantu dengan tersedia komputer, pekerjaan diselesaikan dengan cepat dan efesien. Fasilitas di kantor dioperasikan oleh pekerja secara terus menerus selama jam kerja. Posisi dan sikap kerja yang tidak alamiah dapat menimbulkan kelelahan dan ketidaknyamanan saat bekerja Biro Administrasi Akademik (BAA) di lembaga pendidikan XXX di Yogyakarta menggunakan komputer sebagai alat utama dalam bekerja. Pekerja pada bagian BAA menggunakan komputer selama 5 (lima) jam dalam sehari. Penelitian dilakukan di BAA dengan 9 (sembilan) sampel, pekerja laki-laki 5 (lima) orang dan perempuan 4 (empat) orang dengan rata-rata pengalaman kerja 18 tahun dan rerata umur pekerja 40 tahun. Awal penelitian disebarkan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dengan 28 pertanyaan ditemukan hasil keluhan sistem otot rangka dan ketidaknyamanan dalam bekerja antara lain sakit pada leher bagian atas, sakit pada lengan atas kanan, sakit pada bokong, sakit pada pantat dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi postur kerja dengan metode ROSA untuk mengevaluasi keluhan yang dirasakan pekerja di BAA. ROSA merupakan metode pada Office Ergonomic, penilaian dirancang untuk mengukur tingkat risiko terkait dengan penggunaan komputer dan untuk menetapkan tingkat tindakan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja. Dengan metode ROSA diharapkan dapat menilai apakah postur kerja karyawan BAA pada saat bekerja aman atau berbahaya. Hasil penilaian postur kerja menunjukan bahwa 4(empat) pekerja tidak berisiko dan 5(lima) pekerja risiko tinggi. Lima pekerja berisiko tinggi yaitu pekerja yang memiliki skor 8 (delapan) . Pekerja yang memiliki skor diatas 5 (lima) perlu dilakukan perbaikan segera. Perbaikan dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat risiko yang dirasakan pekerja yaitu dengan perbaikan fasilitas yang digunakan pekerja sesuai dengan standar ergonomi dan melakukan sosialisai kepada pekerja tentang penting sikap kerja ergonomi.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: rosa, ergonomi, postur kerja, office ergonomic
Subjects: Jurnal Tercetak > Prosiding SAINTIKS FTIK UNIKOM
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 08 Dec 2017 01:49
Last Modified: 08 Dec 2017 01:49
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/54701

Actions (login required)

View Item View Item