KOMUNIKASI TRANSENDENTAL DALAM UPACARA KEAGAMAAN �OGOH-OGOH� BAGI MASYARAKAT HINDU DI DESA YEHEMBANG PROVINSI BALI

Juliano Prakasa Gebby Zahra Faradila, Sangra (2018) KOMUNIKASI TRANSENDENTAL DALAM UPACARA KEAGAMAAN â��OGOH-OGOHâ�� BAGI MASYARAKAT HINDU DI DESA YEHEMBANG PROVINSI BALI. JIPSI - Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi UNIKOM, Vol.08. ISSN 2086 – 1109

[img]
Preview
Text
11-sangra-juliano.pdf - Published Version

Download (795kB) | Preview
Official URL: http://jipsi.fisip.unikom.ac.id/jurnal/komunikasi-...

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengalaman subjektif masyarakat Desa Yahembang Propinsi Bali dalam melaksanakan tradisi ogoh-ogoh sebagai bentuk dan sarana komunikasi antara umat kepada Tuhannya. Untuk mendukung data yang subjektif, penelitian ini menggunakan Fenomenologi sebagai metode dengan pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kepada beberapa masyarakat Desa Yehembang yang mengetahui seluk beluk sejarah dan pelaksanaan perayaan ogoh-ogoh di Desa Yehembang Propinsi Bali sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Perayaan Ogoh-ogoh merupakan tradisi asli masyarakat Desa Yehembang Propinsi Bali dan bukan tradisi dari Agama Hindu, karena Ogoh-ogoh merupakan bentuk kreatifitas dan cipta rasa masyarakat Desa Yehembang, yang dilandasi dengan adanya keinginan untuk memeriahkan malam menjelang Hari Raya Nyepi agar menarik dan mendapatkan simpati dari masyarakat Desa Yehembang. Ogoh-ogoh mencakup banyak tatanan nilai yang dianut dan diyakini oleh masyarakat, khususnya di Desa Yehembang, dimana terdapat nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai adat istiadat dan nilai sosial yang telah menjadi warisan orang tua dan para leluhur yang diyakini sebagai suatu kebenaran dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut juga menjadi kepercayaan dan keyakinan kuat akan Sang Hyang Widhi yang diimplementasikan ke dalam setiap aktivitas umat untuk melakukan segala sesuatu yang berlandaskan adat ritual keagamaan yang mereka yakini. Dapat disimpulkan bahwa Ketidakmampuan manusia berhubungan langsung dengan Tuhan, menimbulkan cara lain untuk mencapai alam Ketuhanan. Ogoh-ogoh diyakini dapat merangsang hati nurani seluruh masyarakat untuk ikut merasakan kegembiraan, kebanggaan dalam membangkitkan rasa memiliki ( Tat Twam Asi), umat Hindu dalam berkomunikasi dengan Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan, atau dengan kata lain bahwa Pelaksanaan Ogoh-ogoh dapat berperan sebagai media komunikasi antara umat Hindu di Desa Yehembang Propinsi Bali dengan Tuhan-Nya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: komunikasi, ogoh-ogoh, tradisi
Subjects: Jurnal Tercetak > JIPSI - Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi UNIKOM
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 25 Oct 2018 02:14
Last Modified: 25 Oct 2018 02:14
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/56817

Actions (login required)

View Item View Item