Tinjauan Yuridis Tentang Pembajakan Buku Di Beberapa Kios Buku Palasari Yang Melanggar Hak Cipta Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nmor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Dihubungkan Dengan Undang-Udnang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta

Supraji Ardani, Aji (2018) Tinjauan Yuridis Tentang Pembajakan Buku Di Beberapa Kios Buku Palasari Yang Melanggar Hak Cipta Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nmor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Dihubungkan Dengan Undang-Udnang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Tujuan bangsa Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga hal tersebut harus diwujudkan dengan pendidikan yang berkualitas, dan salah satu penunjang keberhasilan untuk mencerdaskan bangsa yaitu dengan buku. Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang tinggi tetapi minat bacanya sangat rendah, hal ini ditambah dengan pembajakan atas buku tersebut yang semakin meningkat. Berhubungan dengan permasalahan menyangkut buku maka termasuk kedalam bidang Hak kekayaan intelektual. Hak kekayaan intelektual merupakan hasil dari proses berfikir manusia yang menghasilkan suatu karya yang berwujud, di dalam hak kekayaan intelektual terbagi menjadi dua kelompok yaitu hak cipta dan hak merk. Buku merupakan hasil karya berfikir, kreatifitas manusia yang diwujudkan dalam bentuk benda yang berwujud sehingga buku merupakan bagian dari karya cipta. Pada dasarnya dalam sebuah karya cipta terdapat orang yang memilikinya atau yang memiliki hak atas hak cipta suatu ciptaan dalam hal ini di sebut pencipta. Menciptakan karya merupakan suatu kegiatan yang memerlukan keahlian, ketekunan, ketelitian, sehingga atas kegiatannya tersebut perlua adanya penghargaan yang pantas yaitu berupa hak-hak yang terdiri dari hak moral, dan hak ekonomi. Hak moral merupakan hak yang dimiliki oleh pencipta dan melekat kepada ciptaannya, seperti halnya bagi pencipta buku maka buku itu akan tertulis nama penciptanya, walaupun penciptanya telah meninggal dunia. Sedangkan hak ekonomi merupakan hak yang dimiliki pencipta untuk mendapatkan penghargaan berupa materi, pencipta buku bisa melakukan perjanjian lisensi dengan badan hukum atau penerbit untuk mencetak dan mendistribusikannya ke pasaran, dan hasil pendapatan dari penjualan dibagi dengan pencipta bukunya, sesuai dengan isi kesepakatan antara kedua pihak pencipta dan penerbit. Das Sein selalu tidak sesuai dengan Das Sollen, bagi pihak yang menginginkan keuntungan besar dengan modal kecil sehingga melakukan pembajakan buku, untuk melindungi hak pencipta buku maka pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta untuk melindungi hak-hak pencipta yang bukunya dibajak, serta sanksi yang tepat untuk pelaku pembajakan buku. Spesifikasi penelitian ini dilakukan dengan cara deskriptif analitis sehingga peneliti mengumpulkan fakta-fakta berupa data sekunder dan bahan hukum primer, dan metode pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan secara yuridis normatif dengan melakukan penafsiran hukum secara gramatikal yaitu dengan penafsiran berdasarkan kata-kata di dalam undang-undang. Peneliti juga membagi kedalam dua tahapan yaitu penelitian kepustakaan untuk mencari data sekunder dan bahan hukum primer dan penelitian lapangan untuk melakukan wawancara dengan pihak yang berjualan buku. Peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data dengan studi literature yang bersumber dari peraturan perundang-undangan serta buku-buku ilmiah berkaitan dengan hak cipta. Setelah mendapatkan data maka penulis menganalisisnya secara yuridis kualitatif artinya memperhatikan hirarki perundang-undangan. Lokasi penelitian adalah perpustakaan dan pasar buku Palasari Bandung. Pemilik hak cipta buku yang merasa bahwa bukunya dibajak oleh pihak lain dapat mengajukan gugatan secara perdata ke Pengadilan Niaga, atau dapat juga menempuh upaya pidana dengan mengadukan kegiatan pembajakan tersebut kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia. Sanksi yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yaitu bersifat kumulatif atau dua jenis sanksi pidana yang diberikan secara bersamaan kepada pelaku pelanggaran hak cipta.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pembajakan Buku, Hak Cipta
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Hukum > 2017
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Hukum
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Date Deposited: 31 Jan 2019 10:23
Last Modified: 31 Jan 2019 10:23
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/58083

Actions (login required)

View Item View Item