Pembinaan Narapidana Narkotik Dalam Mencegah terjadinya Pengulangan Tindak Pidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy Bandung Ditinjau Dari Undang-Udnang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan

Lamindo Sinulingga, Frido (2018) Pembinaan Narapidana Narkotik Dalam Mencegah terjadinya Pengulangan Tindak Pidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy Bandung Ditinjau Dari Undang-Udnang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan. Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Lembaga pemasyarakatan merupakan salah satu subsistem peradilan pidana terakhir yang menjalankan sistem pemasyarakatan bagi pelaku tindak pidana. Lembaga Pemasyarakatan atau yang dikenal dengan sebutan LAPAS merupakan tempat dimana narapidana menjalani masa pidananya. Pengulangan tindak pidana bukan hal yang baru dalam dunia hukum, karena di mana ada kejahatan di situ pula ada pengulangan kejahatan dan pengulangan kejahatan termasuk bagi mereka yang pernah masuk dan keluar dari penjara, salah satunya juga pengulangan tindak pidana narkotika. Permasalahan yang dikaji di dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas pembinaan yang dilakukan agar tidak terjadi pengulangan tindak pidana dan bagaimana mekanisme pembinaan narapidana narkotika di lembaga pemasyarakatan banceuy kelas IIA Bandung menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah secara yuridis normatif, yaitu penelitian terhadap asas-asas hukum dilakukan dengan normanorma hukum yang merupakan patokan untuk bertingkah laku atau melakukan perbuatan yang pantas ditunjang dengan alat pengumpul data berupa observasi dalam bentuk catatan lapangan atau catatan berkala. Efektivitas penegakan hukum amat berkaitan erat dengan efektivitas hukum.agar hukum itu efektif, maka diperlukan aparat penegak hukum untuk menegakkan sanksi tersebut. Suatu sanksi dapat diaktulisasi kepada masyarakat dalam bentuk ketaatan (compliance), dengan kondisi tersebut menunjukkan adanya indikator bahwa hukum tersebut adalah efektif. Selanjutnya untuk mengetahui tentang efektivitas perundangundangan dalam hal ini efektivitas pembinaan narapidana narkotika, maka kita dapat mengatakan bahwa tentang efektifnya suatu perundang-undangan, banyak tergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah Pengetahuan tentang substansi perundangundangan. Dalam sistem pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy Bandung tujuan pemidanaan adalah pembinaan dan bimbingan, dengan tahap-tahap admisi/orientasi, pembinaan dan asimilasi.Tahapan-tahapan tersebut tidak dikenal dalam sistem kepenjaraan. Tahap admisi/orientasi dimaksudkan, agar narapidana mengenal cara hidup, peraturan dan tujuan dari pembinaan atas dirinya, sedang pada tahap asimilasi narapidana diasimilasikan ke tengah-tengah masyarakat di luar lembaga pemasyarakatan. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya penyesuaian diri, agar narapidana tidak menjadi canggung bila keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Narapidana Narkotika, Tindak Pidana
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Hukum > 2017
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Hukum
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Date Deposited: 31 Jan 2019 10:23
Last Modified: 31 Jan 2019 10:23
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/58088

Actions (login required)

View Item View Item