PERANAN BIAYA STANDAR DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA CV. BHINA KARYA

Kartika, Elis (2005) PERANAN BIAYA STANDAR DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA CV. BHINA KARYA.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam rangka mencapai kinerja yang baik perusahaan membutuhkan perencanaan dan pengendalian yang baik pula. Kinerja biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead salah satunya yang menentukan perusahaan tetap bertahan dalam bidang usahanya, para manajer harus mengetahui berapa biaya yang seharusnya keluar untuk membuat suatu produk yang didasari oleh pengalaman dimasa lalu, biaya yang seharusnya dikeluarkan ini disebut dengan biaya standar. Dengan ditetapkannya biaya standar maka akan diketahui berapa besar penyimpangan yang akan terjadi dengan biaya sesungguhnya. Dengan menggunakan analisis selisih akan diketahui oleh apa penyimpangan tersebut terjadi, sehingga perusahaan akan menganalisa mengapa penyimpangan tersebut terjadi sehingga akan dijadikan tolak ukur di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa CV Bhina Karya telah melakukan penetapan biaya standar, dimana biaya standar ini ditetapkan atas dasar pengalaman dimasa lalu dan kondisi ekonomi. Dalam pencapaian pengendalian biaya produksi, dilakukan analisis selisih dengan menggunakan model dua selisih untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, dan model satu selisih untuk biaya overhead karena biaya overhead dilakukan secara menyeluruh (10% dari biaya bahan baku). Berdasarkan analisis tersebut dapat dilihat penyimpangan-penyimpangan yang menguntungkan (Favorable) dan merugikan (Unfavorable), diantaranya adalah : - biaya bahan baku (Favorable), Penyimpangan biaya bahan baku ini disebabkan oleh beberapa bahan baku, diantaranya adalah kertas HVS (Favorable), Karton/Kertas Dupleck (Favorable), Benang Kasur (Favorable), kertas BC (Unfavorable), dan Lem (Unfavorable). - Biaya Tenaga Kerja tidak terjadi penyimpangan - Biaya overhead (Favorable), penyimpangan biaya overhead ini disebabkan karena perusahaan membebankan biaya overhead 10% pada biaya bahan Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan maka penulis berkesimpulan bahwa perusahaan telah menerapkan biaya standar dalam pengendalian biaya produksinya. Selisih yang terjadi diperhatikan oleh apa selisih tersebut terjadi, sehingga manajer dengan cepat melakukan tindakan perbaikan agar pengendalian biaya produksi menjadi lebih baik di masa mendatang.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2005
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:41
Last Modified: 16 Nov 2016 07:41
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/5946

Actions (login required)

View Item View Item