PERBANDINGAN PENERAPAN SISTEM BIAYA KONVENSIONAL DENGAN ACTIVITY BASED COSTING SISTEM DALAM PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DI DEPARTEMEN PRODUK ALAT DAN PERALATAN KAPAL LAUT DIVISI MESIN INDUSTRI DAN JASA PT. PINDAD (PERSERO) BANDUNG.

Nurlaela, Ira (2005) PERBANDINGAN PENERAPAN SISTEM BIAYA KONVENSIONAL DENGAN ACTIVITY BASED COSTING SISTEM DALAM PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DI DEPARTEMEN PRODUK ALAT DAN PERALATAN KAPAL LAUT DIVISI MESIN INDUSTRI DAN JASA PT. PINDAD (PERSERO) BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Kondisi lingkungan usaha manufaktur saat ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan teknologi maju, kerumitan produk, intensitas modal, jalur distribusi, standar kualitas dan diversifikasi produk pada suatu sistem produksi baik pada unsur input, proses dan output sistem produksi untuk mampu bersaing dengan perusahaan sejenis. PT. PINDAD (Persero) adalah salah satu industri manufaktur yang produksinya didasarkan pada dua jenis usaha produk pesanan dan massa dengan beragam produk yang dihasilkan. Sebagai perusahaan yang berkarakteristik job order dengan menggunakan tata letak berdasarkan proses melakukan efisiensi pada prosesnya. Dalam menjalankan usahanya selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi manufaktur tetapi cara menghitung harga pokok masih menggunakan sistem biaya konvensional (lama). Dalam sistem biaya konvensional jumlah konsumsi jam orang dipakai sebagai dasar untuk membebankan biaya overhead ke produk, sedangkan sebagian besar kegiatan overhead mulai dari pengujian sampai penanganan material dikonsumsi secara tidak proporsional oleh produk, sehingga sistem biaya konvensional yang meratakan biaya berdasarkan tenaga kerja langsung tidak dapat menampung ketidak proporsionalan ini. Pendekatan yang dilakukan untuk memecahkan persoalan ini adalah menerapkan sistem Activity Based Costing (ABC). Sistem ini mampu untuk menunjukkan perhitungan harga pokok yang lebih akurat. Dengan menyelidiki tentang bagaimana kesalahan dalam membebankan biaya overhead akan mengakibatkan distorsi sedemikian rupa sehingga kita dapat mengetahui berapa harga pokok proses, jasa dan produk yang sebenarnya. Hasil dari perancangan sistem ABC didapat delapan pemacu biaya yang mewakili cost pool tertentu sesuai dengan yang dikonsumsi oleh produk yang meliputi satu aktivitas berlevel unit, delapan aktivitas berlevel batch, enam aktivitas berlevel produk dan dua aktivitas berlevel fasilitas. Hasil dari penelitian berdasarkan hasil statistik melalui menggunakan uji t-test, homogenitas varians menyatakan terdapat perbedaan antara perhitungan pembebanan biaya overhead pabrik dengan sistem biaya konvensional dan sistem activity based costing.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2005
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:41
Last Modified: 16 Nov 2016 07:41
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/6039

Actions (login required)

View Item View Item