ANALISIS PENERAPAN METODE PENGAKUAN PENDAPATAN JASA TELEKOMUNIKASI TERHADAP KEAKURATAN PENYAJIAN LABA OPERASIONAL ( Studi Kasus Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (persero) Unit KSO Divisi Regional III

Titin Oktaviani, Eneng (2005) ANALISIS PENERAPAN METODE PENGAKUAN PENDAPATAN JASA TELEKOMUNIKASI TERHADAP KEAKURATAN PENYAJIAN LABA OPERASIONAL ( Studi Kasus Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (persero) Unit KSO Divisi Regional III.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini menyangkut bagaimana penerapan pengakuan pendapatan jasa telekomunikasi (jastel) di PT Telekomunikasi Indonesia (persero) Unit KSO Divre III Jawa Barat dan Banten, bagaimana penyajian laba operasional. Serta bagaimana penerapan metode pengakuan pendapatan jasa telekomunikasi terhadap kelayakan penyajian laba operasioanal. Metode penulisan yang digunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian dengan cara menggambarkan suatu keadaan tertentu berdasarkan bukti-bukti yang ada kemudian diklasifikasikan dan dianalisis secara seksama. Data-data yang diperoleh dalam penelitian dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data primer yaitu data yang secara langsung diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung untuk keperluan suatu penelitian. Data-data yang telah diperoleh, kemudian dibahas dan dianalisis untuk mencari kesimpulan terhadap dua variabel diatas. Penerapan metode pangakuan pendapatan pada perusahaan menggunakan metode akrual (accrual basis) artinya semua jenis pendapatan jastel menggunakan metode akrual kecuali untuk pendapatan jasa telepon umum koin tanpa kerjasama cara pengakuannya tidak dapat menggunakan dasar akrual murni. Laba operasional yang dilaporkan/disajikan sudah akurat (tepat) karena penerapan Standar Akuntansi Keuangan yang sesuai biasanya menghasilkan laporan keuangan yang menggambarkan apa yang pada umumnya dipahami sebagai suatu pendangan yang wajar atau menyajikan dengan wajar dan jujur atas transaksi dan peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan serta telah tepat waktu dalam penyajiannya. Penerapan metode pengakuan pendapatan terhadap keakuratan penyajian laba operasional dilakukan dengan membandingkan antara dua metode pengakuan pendapatan yaitu accrual basis dan cash basis. Dapat dilihat dari hasil perbandingan dua metode pengakuan pendapatan bahwa rata-rata pendapatan dan beban operasional yang diakui/dicatat menggunakan cash basis lebih kecil dibanding dengan menggunakan accrual basis karena dalam cash basis pendapatan dan beban hanya akan dicatat/diakui pada saat perusahaan menerima atau membayar kas/setara dengan kas, maka laba usaha yang diperoleh juga berbeda. Jadi pendapatan dan beban yang diakui/dicatat menggunakan metode accrual basis menghasilkan penyajian laba operasional yang akurat jika dibandingkan dengan metode pengakuan metode cash basis. karena dengan menggunakan accrual basis akan menggambarkan penyajian jujur dan wajar semua transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan dan tepat waktu. Jadi penerapan metode pengakuan pendapatan accrual basis harus tetap dipertahankan dalam melaksanakan aktivitas perusahaan.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2005
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:41
Last Modified: 16 Nov 2016 07:41
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/6053

Actions (login required)

View Item View Item