Analisis Proses Produksi Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Di PT Perkebunan Nusantara VIII Industri Hilir (IHT) Walini Bandung

Adi Maulana, Fajar (2016) Analisis Proses Produksi Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Di PT Perkebunan Nusantara VIII Industri Hilir (IHT) Walini Bandung.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam melakukan suatu kegiatan produksi, tentu harus diiringi dengan pengelolaan sumber daya yang baik. Namun adakalanya sumber daya yang dimiliki menjadi kurang efektif dan efisien karena terjadinya pemborosan (waste), sehingga menimbulkan masalah dalam kegiatan produksi. Pada lantai produksi Industri Hilir The (IHT) Walini di PT Perkebunan Nusantara VIII terdapat beberapa aktivitas yang mengindikasikan pemborosan (waste), beberapa diantaranya adalah mesin menunggu, transportasi yang cukup lama, aktivitas mencari, dan produk cacat (defect). Dengan terjadinya hal seperti itu, dapat menyebabkan waktu produksi yang panjang dan juga penurunan hasil produksi atau tidak sesuai dengan kapasitas yang telah ditetapkan. Lean adalah suatu upaya terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan/atau jasa) agar memberikan nilai kepada pelanggan (costumer value). Tujuan lean adalah meningkatkan terus-menerus costumer value melalui peningkatan terus-menerus rasio antara nilai tambah terhadap waste (the value to waste ratio). Value stream mapping (VSM) merupakan metode untuk menjelaskan aliran material dan informasi. Metode value stream mapping dilakukan untuk membantu mengidentifikasikan pemborosan dalam sistem. Waktu produksi yang dibutuhkan dengan batasan penggunaan satu karung bahan baku adalah 24303 detik. Waktu tersebut cukup lama dan dapat diminimasi apabila pemborosan dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Jenis Waste yang teridentifikasi menggunakan tools value stream mapping dan 5W adalah motion, transportation, waiting, defect. Berdasarkan hasil penelitian maka pemborosan yang terjadi adalah motion (45%), transportation (27%), waiting (14%), dan defect (14%). Untuk meminimasi pemborosan tersebut maka ada beberapa usulan yang mungkin dapat diimplementasikan di perusahaan yaitu perbaikan metode, perbaikan alat, penambahan alat atau mesin, perbaikan tata letak, koordinasi serta pengawasan kinerja dari operator perlu ditingkatkan. Selain itu, penerapan 5S dilakukan untuk menciptakan lantai produksi yang lebih rapi, bersih, dan teratur tentunya diharapkan dapat meningkatkan kinerja operator dan produktivitas perusahaan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Lean, Waste, Value Added, Value Stream Mapping, 5W
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2015
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/613

Actions (login required)

View Item View Item