ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DAN BAHAYA KEBISINGAN BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BAKU MUTU TINGKAT KEBISINGAN (Studi Kasus PT. KAHATEX)

Nuraini, Asteria (2005) ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DAN BAHAYA KEBISINGAN BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BAKU MUTU TINGKAT KEBISINGAN (Studi Kasus PT. KAHATEX).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Produksi merupakan kegiatan utama dalam suatu perusahaan. Di lantai produksi tersebut terdapat bermacam-macam kegiatan dan mesin. Lantai produksi tersebut menghasilkan bermacam output, baik itu barang jadi maupun limbah, diantaranya limbah kebisingan. Tingkat kebisingan di lantai produksi sangatlah tinggi, hal ini dapat diketahui dengan cara pengukuran tingkat kebisingan di lantai produksi dengan menggunakan alat pengukur kebisingan yang disebut sound level meter. Kemudian dihitung dengan menggunakan metode prediksi tingkat kebisingan, sehingga dapat ditentukan lantai produksi yang paling bising. Dari hasil penelitian telah diketahui bahwa lantai produksi tenun (weaving) dengan waterjetloom sebagai mesinnya merupakan lantai produksi paling bising di perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan melalui pihak manajemennya telah membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Panitia ini dibentuk untuk memberikan pengarahan tentang K3 kepada pekerja dan mengawasi pekerja dalam melakukan pekerjaannya, agar tingkat kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin dan dapat tercipta situasi kerja yang selamat dan sehat.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2005
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:41
Last Modified: 16 Nov 2016 07:41
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/6173

Actions (login required)

View Item View Item