ANALISIS BEBAN KERJA FISIK PEKERJA TEH PADA BAGIAN PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN SKALA PSIKOFISIK DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII SEKTOR CIATER SUBANG

Hernawati, Imas (2005) ANALISIS BEBAN KERJA FISIK PEKERJA TEH PADA BAGIAN PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN SKALA PSIKOFISIK DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII SEKTOR CIATER SUBANG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

PT. Perkebunan VIII adalah suatu perusahaan teh terbesar di Indonesia, yang hampir seluruh kegiatannya dilakukan di bagian produksi. Pada bagian produksi banyak sekali aktivitas yang berhubungan dengan pemindahan hasil produk yang telah diolah secara manual. Aktivitas ini mempunyai potensi kecelakaan kerja yang cukup besar terutama cedera pada tulang belakang sehingga akan mempengaruhi terhadap hasil produksi. Aktivitas tersebut terlihat pada bagian produksi (pengolahan), mayoritas kegiatan pada bagian tersebut dilakukan secara manual khususnya kegiatan mengangkat. Dalam tugas akhir ini, penulis mencoba meneliti dan membahas masalah yang berkenaan dengan beban fisik pekerja dalam pengangkatan beban pada bagian pengolahan , serta mencari solusi dengan menyesuaikan beban yang diangkat oleh pekerja dengan menerapkan metode skala psikofisik. Sebelum melakukan pengukuran psikofisik dilakukan perhitungan beban kerja fisik dengan pengukuran denyut jantung pekerja teh pada bagian produksi (pengolahan) guna mengetahui kondisi yang sebenarnya. Konsumsi energi dihitung dengan mengkonversikan denyut jantung pekerja ke persamaan regresi yang sudah menjadi persamaan yang baku. Konsumsi energi selama melakukan pengangkatan dalam penelitian tidak melebihi 4,7 kcal / menit untuk pengangkatan posisi awal dibawah dan 3,3 kcal / menit untuk pengangkatan posisi awal diatas. Kriteria psikofisik merupakan tinjauan yang bersifat subjektif. Pekerja menentukan sendiri batas beban maksimum yang dapat diangkatnya untuk frekwuensi pengangkatan tertentu dengan jangka waktu pengangkatan. Apabila beban yang sudah melebihi hasil perhitungan RPE, maka pengangkatan tidak boleh dilakukan secara manual. Metode yang digunakan dalam pengukuran beban kerja ini menggunakan metode psikofisik. Dari hasil pengolahan data dengan mernggunakan metode skala psikofisik maka batas maksimal beban yang dapat diangkat oleh pekerja teh pada bagian produksi (pengolahan) adalah : ~ Untuk pengangkatan dari lantai = 36,2 kg ~ Untuk pengangkatan dari bahu = 20,9 kg ~ Untuk pengangkatan dari jangkauan atas = 17,7 kg Apabila beban yang diangkat oleh pekerja teh pada bagian produksi sudah melebihi beban yang telah disesuaikan diatas untuk setiap bagian, maka pengangkatan tidak boleh dilakukan secara manual.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2005
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:41
Last Modified: 16 Nov 2016 07:41
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/6200

Actions (login required)

View Item View Item