USULAN PENJADWALAN MESIN UNTUK PERBAIKAN MESIN ROLLY'S ROYCE DART 7 DENGAN KRITERIA MEMINIMASI MAKESPAN DI PT. NUSANTARA TURBIN DAN PROPULSI MENGGUNAKAN METODE NON DELAY SCHEDULE GENERATION GIFFLER & THOMPSON

Rr, and Purwani Supitasari, Endang (2005) USULAN PENJADWALAN MESIN UNTUK PERBAIKAN MESIN ROLLY'S ROYCE DART 7 DENGAN KRITERIA MEMINIMASI MAKESPAN DI PT. NUSANTARA TURBIN DAN PROPULSI MENGGUNAKAN METODE NON DELAY SCHEDULE GENERATION GIFFLER & THOMPSON.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Salah satu faktor yang berpengaruh untuk sektor industri baik manufaktur maupun jasa dalam menghadapi persaingan yang ketat di zaman ini adalah perencanaan produksi, dan salah satu tahap dalam perencanaan produksi yang cukup penting adalah penjadwalan. Karakteristik penjadwalan yang baik, adalah; pengalokasian sumber daya produksi dapat dilakukan dengan tepat,biaya produksi menjadi minimal, dan permintaan konsumen dapat terpenuhi. PT. Nusantara Turbin dan Propulsi ( PT. NTP ) adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa perbaikan mesin-mesin berat. Sebagai Perusahaan yang bergerak di bidang jasa perbaikan, PT.NTP dituntut untuk dapat menyelesaikan setiap order yang masuk tepat pada waktunya. Berdasarkan hal ini, ketepatan dalam menyelesaikan order dan kualitas produk yang diperbaiki merupakan tolok ukur kepercayaan konsumen kepada Perusahaan.Dengan tipe aliran proses Job Shop ( setiap pekerjaan mempunyai lintasan yang berbeda atau acak di setiap stasiun kerja ), tipe pola kedatangan pekerjaan bersifat dinamis ( sifat datangnya pekerjaan tidak bersamaan dan tidak menentu ), tingkat kompleksitas yang tinggi baik jumlah maupun prosesnya, dan banyaknya order perbaikan yang dikerjakan di bagian produksi PT.NTP mengakibatkan diperlukannya suatu jadwal produksi dengan makespan minimum. Untuk mencoba mengatasi sejumlah permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan menggunakan salah satu metode Penjadwalan Heuristik Non Delay Schedule Generation dengan aturan prioritas SPT untuk meminimasi Makespan. Dari Hasil perhitungan 2 alternatif, didapatkan Makespan terkecil yaitu 67,29 jam. Selain itu, penelitian untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan penyerahan order difokuskan terhadap salah satu stasiun kerja yang paling sering mengalami keterlambatan dari jadwal yang sudah ditetapkan Perusahaan, yaitu area work station 700C. Faktor-faktor tersebut kemudian dianalisa, baik secara teknis maupun non teknis. Hasilnya berupa saran, yang dapat digunakan untuk mengatasi atau mengantisipasi agar permasalahan yang sama tidak terulang kembali di Perusahaan.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2005
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:41
Last Modified: 16 Nov 2016 07:41
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/6220

Actions (login required)

View Item View Item