PENINGKATAN KUALITAS APARATUR PEMERINTAHAN DESA PAWENANG KABUPATEN SUKABUMI

Wisnur Hidayat, Eka (2006) PENINGKATAN KUALITAS APARATUR PEMERINTAHAN DESA PAWENANG KABUPATEN SUKABUMI.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Desa merupakan lembaga pemerintahan terkecil dalam sebuah negara dimana di dalamnya terdapat banyak sekali keaneka ragaman bentuk dan corak dari masing-masing penduduknya. Di desa pula kita dapat melihat dan menemukan pola-pola kehidupan murni baik itu dalam bermasyarakat maupun dalam bidang pemerintahan. Kehidupan bermasyarakat di desa bila kita lihat lebih dalam lagi dan lebih teliti kita melihat banyak hal-hal menarik didalamnya dari mulai kebiasaan masyarakat desa dan kegiatan pemerintahan dalam ruang lingkup desa. Masyarakat desa pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani dimana mereka menggantungkan hidupnya pada hasil bumi atau pertanian dan perkebunan. Walaupun ada pula diatara masyarakat desa yang menggantungkan hidupnya pada usaha lain misalnya berdagang dan menjadi pekerja di pabrik-pabrik. Kemajuan sebuah desa pada umumnya cenderung berjalan lambat, karena disamping kemampuan masayarakat untuk berubah ke arah yang lebih baik cenderung sulit. Hal ini disebabkan beberapa faktor misalnya saja faktor pendidikan dimana tidak semua lapisan masyarakat desa mengenyam pendidikan pada tingkat perguruan tinggi misalnya. Pada umumnya tingkat pendidikan pada masayarakat desa hanya sampai pada tingkat SD dan SLTP. Walaupun ada juga diantara masayarakat desa yang mampu mengenyam pendidikan pada tingkat perguruan tinggi tetapi pada umumnya relatif sedikit. Berbeda halnya dengan penerimaan masayarakat desa pada kemajuan teknologi dan modernisasi, masyarakat desa khususnya Desa Pawenang lebih cepat memenma perkembangan yang sifatnya instant. Misalnya saja mode pakaian dan gaya hidup. Pola hidup masyarakat Desa Pawenang kini mengarah ke arah moderen yang di bawa oleh para pendatang dari kota dan mereka yang bekerja di perkotaan. Banyak hal yang di perkenalkan oleh para pendatang dan masyarakat yang bekerja di perkotaan dan diantara yang mereka bawa ada hal yang sifatnya positif dan negatif. Misalnya saja dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan terbaru yang berkembang di perkotaan mereka perkelnalkan kepada masyarakat desa dimana masyarakat desa belum mengetahui dan mengenal perkembangan yang sedang terjadi. Namun, selain hal yang bersifat positif ada juga sesuatu yang sifatnya negatif yang mereka bawa dari kota. Misalnya saja kita lihat pada kalangan remaja mereka memperkenalkan kepada para pemuda desa narkoba yang sifatnya merusak dan bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Dalam hal ini peran tokoh masyarakat sangat dibutuhkan, dan yang lebih laus lagi peran Kepala Desa dan para aparatnya. Masyarakat desa pada umumnya masih memegang norma-norma yang di ajarkan para orang tua terdahulu khusunya dalam bersikap dan berprilaku. Mereka menganggap bahwa para aparat desa merupakan orang-orang yang mereka percaya mampu mengurus dan mengatur hal-hal yang bersifat administratif untuk kemajuan desanya. Untuk itu para aparat diharapkan mampu dan dapat bekerja secara maksimal dalam melaksanakan amanat dan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada mereka. Terlebih lagi dengan adanya Undang undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah dimana didalamnya mentaur tentang Desa dimana Kepala Desa dipilih langsung oleh rakyat dan bertanggungjawab kepada rakyat dan menyampaikan laporan pertanggungjawabannya kepada Bupati. Untuk itu sangatlah perlu kiranya kualitas aparat desa di tingkatkan baik dalam hal pelayanan kepada masayarakat agar tercipta masyarakat yang makmur dan sejahtera. Pada saat ini banyak sekali permasalahan mengenai kualitas aparatur pemerintahan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Kita lihat misalnya saja di desa. Saat ini jika kita perhatikan banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para aparat desa. Misalnya saja penyelewengan mengenai program Raskin yang di keluarkan oleh pusat untuk daerah khususnya desa. Dimana program Raskin dimaksudkan untuk mengatasi masalah tentag kemiskinan yang saat ini masih menjadi permasalahan bagi negara kita. Walaupun banyak sekali permasalahan yang terjadi namun masih ada saja oknum aparat yang masih melakukan penyimpangan-penyimpangan yang sifatnya merugikan rakyat banyak. Belum lagi ditambah oleh para aparat pemerintah di tingkat lebih tinggi dari desa yang melakukan penyimpangan-penyimpangan di tambah lagi para aparat desa melakukan penyimpangan, semakin banyak saja tekanan pada masyarakat Indonesia yang berada di bawah standar hidup layak. Penulis menilai bahwa penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para aparat yang tidak bertanggungjawab dikarenakan faktor budaya yang kurang baik yang kemudian budaya kurang baik untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan selama ini dibiasakan dan di biarkan. Kita harapkan pemerintah pusat mempunyai program yang tepat sasaran dan dapat langsung dirasakan langsung oleh masayarakat banyak. Walaupun dalam kenyataannya memang sulit untuk sampai ke arah itu tetapi setidaknya kita telah berusaha untuk lebih baik. Karena apabila dalam sebuah lembaga pemerintahan di atur oleh orang-orang yang kualitasnya dapat diandalkan dan memiliki tanggungjawab pada pekerjaannya, maka bukan tidak mungkin masyarakat yang makmur dan sejahtera dapat terwujud.

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Sospol > Ilmu Pemerintahan > 2005
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:42
Last Modified: 16 Nov 2016 07:42
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/6781

Actions (login required)

View Item View Item