LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI BAGIAN HUMAS PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK JAKARTA

Rohani, Fitri (2006) LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI BAGIAN HUMAS PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK JAKARTA.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

1.1 Sejarah Singkat Berdirinya PT.TELKOM, Tbk PT.Telekomunikasi yang lebih dikenal dengan sebutan TELKOM, adalah Penyelenggara jasa komunikasi di Indonesia yang lebih menjalin sejarah yang panjang. Kita dapat melihat keberadaan TELKOM dapat dilihat dalam tiga era yang masing-masing memiliki sifat khusus.Secara umum TELKOM dapat dilihat dalam tiga era yaitu sebagai badan pemerintah yang diberi tugas penyelenggara sebagai persero (BUMN) Badan Usaha Milik Negara, dan sebagai perusahaan publik. Era sebagai badan pemerintah yang di beri tugas penyelenggaraan bermula sejak 1882 di masa pemerintahaan kolonial Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, penyelenggara jasa komunikasi ini di jalankan oleh suatu jawatan pemerintah yaitu Jawatan Pos, Telegram dan Telepon. Bentuk hukum jawatan kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi pada tahun 1961 yang pada tahun 1965 dipecah menjadi PN Pos dan Giro serta PN Telekomunikasi. Dengan pertimbangan efisiensi dan guna memberikan fleksibilitas kesempatan usaha yang lebih besar kepada TELKOM berubah menjadi persero. Bentuk hukum persero ini pada dasarnya memang memungkinkan TELKOM untuk lebih lincah dalam berusaha karena keterlibatan pemerintah tersebut, maka penyedia dana oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan sector telekomunikasi juga berkurang. Salah satu bentuk pengurangan peranan pemerintah dalam menyediakan dana adalah dialihkannya 40 tanggung jawab dalam menanggung resiko kurs pinjaman luar negeri yang diteruskan pemerintah ke TELKOM (two step loan). Kalau sebelumnya resiko kurs itu di tanggung oleh pemerintah, maka sejak 1994 resiko kurs pinjaman two step loan di tanggung oleh TELKOM sendiri.Hal inilah yang mengakibatkan portfolio hutang jangka panjang Telkom terdiri dari pinjaman dalam rupiah dan pinjaman dalam valuta asing, selanjutnya untuk membiayai pembangunan sektor telekomunikasi periode pelita VI pemerintah memperkenalkan suatu sistem pembiayaan yang dikenal dengan Kerja Sama Operasi (KSO). Investor Local bersama-sama beberapa operator telekomunikasi Internasional membentuk konsorsium untuk membangun 2 juta sambungan satelit baru dilima daerah regional yaitu Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan dan Indonesia bagian Timur. Bersamaan dengan persiapan KSO, TELKOM juga mempersiapkan diri untuk Go Public. Pada tanggal 14 November 1995, TELKOM menjual sahamnya di luar negeri yaitu di bursa New York, London, Tokyo (dalam bentuk Public offering Without Listing) dan di dalam negeri Jakarta dan Surabaya. Sejak itulah TELKOM harus menyusun sendiri strategi baru untuk membangun dan mengembangkan usaha perusahaan. Pada tahun 1991 Perumtel berubah menjadi Perusahaan perseroan PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) pada tahun 1995 TELKOM sukses melakukan penawaran umum perdana sahamnya (Initial Public Offering/IPO).

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:42
Last Modified: 16 Nov 2016 07:42
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/6858

Actions (login required)

View Item View Item