PERANAN ANGGARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DALAM REALISASI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH

Dono Indarto, R (2006) PERANAN ANGGARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DALAM REALISASI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dengan diberlakukannya otonomi daerah secara penuh diharapkan dapat mengurangi ketergantungan daerah kepada pusat dan dapat mendorong pelaksanan pembangunan daerahnya semaksimal mungkin. Dengan adanya pembangunan daerah yang maksimal diharapkan dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat khususnya masyarakat yang ada pada daerah itu sendiri. Dalam melaksanakan pembangunan daerah tersebut pemerintah daerah memerlukan dana yang sangat besar. Oleh sebab itu, pemerintah harus terus berupaya menggali sumber-sumber keuangannya sendiri. Salah satu sumber dana untuk pelaksanaan pembangunan daerah berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Walaupun kontribusi PBB tidak sebesar Pajak Pusat lainnya namun penerimaan PBB masih dapat ditingkatkan lagi karena PBB ini masih memiliki potensi yang cukup tinggi untuk ditingkatkan lagi penerimaannya. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan anggaran PBB dalam pelaksanaan pemungutan PBB. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian metode deskriptif analitis yang bersifat kuantitatif, yaitu hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya, artinya penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numeric (Angka) yang diolah dengan menggunakan metode penelitian ini akan diketahui hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti, sehingga menghasilkan kesimpulan yang akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti selama periode 1998/1999 sampai dengan 2004/2005 pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung. Berdasarkan hasil perhitungan penulis dalam penelitian ini diperoleh t hitung sebesar 20,28 yang kemudian dikonsultasikan dengan t table. dengan taraf kesalahan atau α = 0,05 atau sebesar 5 % dan df = 7-2 (=5), maka t table atau t α adalah sebesar 2,571, menurut Sudjana dalam bukunya Metoda Statistika bila t hitung lebih besar di atas tα , maka hipotesis alternative diterima (1996:222). Bila dilihat dari perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa t hitung lebih besar dari pada t table ( 20,28 > 2,571). ini berarti hipotesis alternative ( H1 : ρ > 0 ) diterima. Artinya koefisien korelasi antara Anggaran PBB dalam pelaksanaan pemungutan PBB sebesar 0,994 adalah signifikan. Jadi kesimpulannya adalah anggaran PBB berperan dalam Pelaksanaan pemungutan PBB, jika nilai anggaran PBB bertambah / meningkat maka jumlah pelaksanaan penerimaan juga meningkat.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:42
Last Modified: 16 Nov 2016 07:42
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/6881

Actions (login required)

View Item View Item