PENGARUH VARIABLE COST TERHADAP BREAK EVEN POINT PADA PT. PINDAD (PERSERO) DIVISI TEMPA & COR BANDUNG

Agustian, Erik (2006) PENGARUH VARIABLE COST TERHADAP BREAK EVEN POINT PADA PT. PINDAD (PERSERO) DIVISI TEMPA & COR BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dengan berkembangnya dunia usaha dewasa ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan disektor industri, maka persaingan antar perusahaan khususnya yang sejenis semakin meningkat. Untuk menjaga kesinambungan hidup perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ketat tersebut, diperlukan penanganan dan pengelolaan yang baik. Untuk dapat melaksanakan hal- hal diatas, manajemen khususnya pimpinan memerlukan suatu pedoman yang akan mengarahkan setiap keputusan terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Tingkat keberhasilan suatu perusahaan pada umumnya ditandai dengan kemampuan manajemen dalam melihat kesempatan masa yang akan datang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu tugas manajemen untuk merencanakan masa depan perusahaan agar sedapat mungkin semua peluang dan kesempatan dimasa yang akan datang dapat diraih guna menuju peningkatan atau perkembangan perusahaan yang lebih baik. Pimpinan atau dengan kata lain disebut manajer sebagai pihak yang terlibat langsung dan berfungsi sebagai pengelola jalannya perusahaan perlu menetapkan kebijakan dan keputusan yang diambil guna mengantisipasi berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi perusahaan dalam mencapai tujuan dan keberhasilan perusahaan dimasa yang akan datang. Kesuksesan suatu perusahaan bisa dilihat dari kinerjanya, sedangkan kinerja sebuah perusahaan dapat dilihat dari segi keuangannya , dimana kita dapat menganalisisnya melalui data yang berupa laporan keuangannya. Laporan keuangan merupakan cerminan dari kondisi perusahaan, baik buruknya kondisi perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan. Financial Accounting Standar Board (FASB) menyatakan bahwa salah satu tujuan dari ikhtisar keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna dalam penilaian kemampuan manajemen memanfaatkan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran utama perusahaan. Dalam hal ini laba merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dari keseluruhan perusahaan.Laporan Laba/Rugi merupakan salah satu bentuk laporan keuangan yang dijadikan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Perusahaan yang memiliki kinerja yang baik adalah perusahaan yang mampu menghasilkan laba guna untuk pembiayaan hutang-hutang perusahaan maupun pemilik modal. Namun dalam hal ini untuk mencapai ke arah tersebut banyak hal yang harus diperhatikan oleh pihak manajemen diantaranya adalah meyangkut pengendalian biaya dan penjualan.Biaya misalnya adalah biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel yang diperhitungkan di PT. Pindad (Persero) Divisi Tempa dan Cor Bandung adalah Biaya bahan baku, Energi, Pekakas dan Bantu serta Lembur. Namun elemen-elemen tersebut masih terdapat permasalahan misalnya dalam biaya bahan baku, lembur serta pekakas yang dikeluarkan perusahaan masih dianggap tinggi. Mengenai biaya tetap diantaranya personil kontrak masih terhitung tinggi. Dalam penjualan masih terlihat tidak stabil, itu terlihat dari laporan penjualan yang naik turun. Hal lain yang harus diperhatikan oleh pihak manajemen adalah perhitungan Break Even Point yang menjadi titik dimana perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak mengalami kerugian. Dalam hal ini Break Even Point merupakan lampu kuning bagi perusahaan, yang memberikan sinyal kepada pihak manajemen untuk menerapkan strategi lebih lanjut agar kelangsungan perusahaan dapat terus berjalan, mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya terutama yang bergerak pada bidang yang serupa serta agar mampu meningkatkan perkembangan perusahaannya. Perhitungan Break Even Point memerlukan data-data seperti biaya tetap, biaya variabel dan penjualan. Dalam penelitian ini, penulis akan memunculkan permasalahan perhitungan Variabel Cost dan perhitungan Break Even Point. Hal tersebut penulis munculkan karena antara variabel tersebut memiliki hubungan yang searah seperti yang dikemukakan Lukman Syamsuddin, 2004:91 yang menyatakan apabila Variabel Cost meningkat maka Break Even Point pun akan meningkat, dan apabila Variabel Cost menurun maka Break Even Point pun akan menurun juga. Hal tersebut dikaitkan dengan fenomena yang terjadi di PT. Pindad (Persero) Divisi Tempa dan Cor Bandung dimana untuk mencapai tujuan inti perusahaan (laba), belum melakukan analisis mengenai Break Even Point, dalam hal ini penulis akan mencoba mengaitkannya dengan biaya yang telah diperhitungkan dalam perusahaan, biaya tersebut adalah Variabel Cost.Dengan mengetahui titik BEP maka perusahaan dapat melakukan perhitungan lebih jauh mengenai pencapaian tujuan Berdasarkan fenomena diatas maka penulis tertarik untuk mengambil penelitian dengan judul “PENGARUH VARIABLE COST TERHADAP BREAK EVEN POINT PADA PT PINDAD (PERSERO) DIVISI TEMPA DAN COR BANDUNG”.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Manajemen > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Manajemen (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7520

Actions (login required)

View Item View Item