HUBUNGAN MODAL KERJA BERSIH DENGAN PENJUALAN PADA PRIM KOPTI KABUPATEN SUMEDANG

Intan Permatasari, Tanti (2006) HUBUNGAN MODAL KERJA BERSIH DENGAN PENJUALAN PADA PRIM KOPTI KABUPATEN SUMEDANG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Salah satu konsep modal kerja adalah modal kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan unsur yang sangat penting dimana modal kerja tersebut digunakan untuk membelanjai kegiatan operasional sehari-hari. Uang atau dana yang telah dikeluarkan tersebut diharapkan akan dapat kembali masuk ke dalam kas Prim Kopti melalui hasil penjualannya. Prim Kopti merupakan koperasi yang kegiatan utamanya dalam pengadaan dan penyaluran kedele. Dilatar belakangi hal tersebut maka penulis melakukan penelitian dengan hipotesis bahwa terdapat hubungan antara modal kerja bersih dengan penjualan pada Prim Kopti Kabupaten Sumedang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perkembangan modal kerja bersih, perkembangan penjualan khususnya penjualan barang, serta untuk mengetahui bagaimana hubungan antara modal kerja bersih dengan penjualan pada Prim Kopti Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dan asosiatif. Dimana penelitian deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan modal kerja bersih dan penjualan selama 7 tahun terakhir sedangkan penelitian asosiatif untuk mengetahui hubungan antara modal kerja bersih dengan penjualan pada Prim Kopti Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil perhitungan statistik diperoleh persamaan regresi Y = 2937,166 + 1,357 X ini berarti dengan konstanta sebesar 2937,166 mempunyai arti bahwa jika tidak ada modal kerja bersih maka penjualan akan sebesar 2937,166. sedangkan koefisien regresi sebesar +1,357 mempunyai arti bahwa setiap penambahan 1 kali untuk modal kerja bersih maka penjualan akan meningkat sebesar 1,357. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,844 (84,4 %) yang berarti hubungan antara modal kerja bersih dengan penjualan sangat kuat dan searah karena nilai korelasinya positif, ini berarti jika modal kerja bersih meningkat maka penjualan akan meningkat pula, sebaliknya jika modal kerja bersih menurun maka penjualan akan menurun pula. Diketahui pula bahwa t hitung jatuh pada daerah penolakan maka diterima artinya terdapat hubungan antara modal kerja bersih dengan penjualan pada Prim Kopti Kabupaten Sumedang.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Manajemen > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Manajemen (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7555

Actions (login required)

View Item View Item