HUBUNGAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (AVERAGE) TERHADAP HARGA POKOK PENJUALAN PADA PT. JAINDO METAL INDUSTRIES

Julita Sinaga, Mari (2006) HUBUNGAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (AVERAGE) TERHADAP HARGA POKOK PENJUALAN PADA PT. JAINDO METAL INDUSTRIES.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi. Pada perusahaan manufaktur yang dijadikan objek penelitian oleh penulis, terdapat persediaan bahan baku yang dinilai dengan menggunakan metode penilaian persediaan Average. Persediaan bahan baku pada perusahaan juga akan dihitung pada saat menetapkan harga pokok penjualan di perusahaan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui metode penilaian persediaan bahan baku yang digunakan perusahaan, (2) Untuk mengetahui penghitungan harga pokok penjualan pada PT. Jaindo Metal Industries dan (3) Untuk mengetahui seberapa besar hubungan metode penilaian persediaan bahan baku (Average) dalam penghitungan harga pokok penjualan pada PT. Jaindo Metal Industries. Untuk menganalisis data digunakan metode analisis deskriptif. metode ini mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan untuk kemudian dianalisa. Data yang digunakan adalah data kuantitatif karena datanya bisa dihitung dan diukur dengan angka. Untuk menguji data, digunakan pengujian dengan analisis korelasi pearson. Karena hasil pengukuran yang diperoleh mempunyai skala rasio, dimana nilai yang terkandung di dalamnya bersifat mutlak. Berdasarkan hasil uji statistik dapat diketahui bahwa hubungan antara metode penilaian persediaan bahan baku (Average) dengan harga pokok penjualan sangat erat dengan nilai Kd sebesar 94,87 %. Sedangkan sisanya sebesar 5,13 %, keeratan hubungan tersebut adalah disebabkan oleh faktor lain. Dari hasil uji hipotesis, dapat dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan penulis (H1) diterima dan dengan taraf signifikansi sebesar 5 % dan tingkat kepercayaan sebesar 95 %. Berdasarkan hasil analisis terhadap penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa jika semakin besar jumlah persediaan bahan baku yang tersedia di perusahaan, maka semakin besar pula harga pokok penjualan yang dibebankan perusahaan terhadap barang yang di produksi. Dan sebaliknya semakin kecil persediaan bahan baku, maka harga pokok penjualan juga akan semakin rendah. Dan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar, dalam penilaian persediaan bahan baku sebaiknya perusahaan menggunakan metode FIFO. Karena dengan metode FIFO, laba perusahaan akan lebih meningkat dibandingkan dengan menggunakan metode Average.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7579

Actions (login required)

View Item View Item