ANALISIS PERBANDINGAN PENERAPAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN TERHADAP LABA KOTOR PERUSAHAAN (Pada PT. United Dico Citas Cabang Bandung)

Kristina Marpaung, Bertha (2006) ANALISIS PERBANDINGAN PENERAPAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN TERHADAP LABA KOTOR PERUSAHAAN (Pada PT. United Dico Citas Cabang Bandung).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pada perusahaan dagang, persediaan merupakan unsur yang sangat penting karena sebagian besar aktiva perusahaan adalah dalam bentuk persediaan, dan juga karena persediaan sangat berpengaruh terhadap penetapan laba kotor perusahaan. Seperti kita ketahui, motif didirikannya suatu perusahaan dagang tidak lain adalah untuk mencari laba. Laba kotor sangat dipengaruhi oleh nilai persediaan akhir yang tercatat, karena nilai persediaan akhir merupakan komponen dari harga pokok penjualan. Dengan asumsi nilai penjualan tetap, nilai persediaan akhir yang berbeda akan menghasilkan laba kotor yang berbeda pula, karena nilai tersebut akan mempengaruhi harga pokok penjualannya. Perbedaan nilai persediaan akhir tersebut disebabkan oleh metode penilaian persediaan yang berbeda antara lain FIFO, Average dan LIFO. Atas dasar inilah, penulis tertarik untuk menyusun skripsi dengan topik “Analisis Perbandingan Penerapan Metode Penilaian Persediaan Terhadap Laba Kotor Perusahaan”. Penelitian ini dilakukan pada PT. United Dico Citas (UDC) Cabang Bandung, yaitu perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang distribusi produk obat-obatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menilai persediaan yang telah diterapkan perusahaan, tingkat laba kotor yang diperoleh perusahaan dan menganalisis perbandingan penerapan metode penilaian persediaan terhadap laba kotor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif analisis ditujukan untuk menggambarkan dengan jelas terdapat perbedaan terhadap nilai laba kotor perusahaan jika digunakan metode penilaian persediaan yang berbeda dengan metode penilaian persediaan yang diterapkan perusahaan pada PT. UDC Bandung. Sedangkan, pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini karena data metode penilaian persediaan dan laba kotor yang diperoleh didasarkan pada hasil perhitungan maupun hasil pengukuran dalam bentuk angka. Untuk menganalisis perbandingan penerapan metode penilaian persediaan (variabel X) terhadap laba kotor(variabel Y) digunakan uji hipotesisi selisih rata-rata atau uji beda. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan statistik uji t dua pihak dengan α = 0,05. Perolehan hasil analisa tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS versi 11.00 for windows. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, Ho ditolak artinya terdapat perbedaan terhadap nilai laba kotor perusahaan jika digunakan metode penilaian persediaan yang berbeda dengan metode penilaian persediaan yang diterapkan perusahaan. Nilai laba kotor metode FIFO lebih besar dari pada nilai laba dengan metode Average dan metode LIFO, sedangkan metode Average nilai laba ada di antara nilai laba yang dihitung dengan metode FIFO dan metode LIFO dan nilai laba yang dihitung dengan metode LIFO lebih kecil dari pada nilai laba dengan metode Average dan metode LIFO. Oleh karena itu perusahaan harus mamapu memilih metode penilaian persediaan yang akan digunakan, karena hal tersebut dapat menghasilkan informasi yang berbeda pada harga pokok penjualan dan memepengaruhi laba kotor perusahaan.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7591

Actions (login required)

View Item View Item