KAMPANYE KONSUMERISME DI KALANGAN REMAJA BANDUNG

Lahmanindra, Sonarja (2006) KAMPANYE KONSUMERISME DI KALANGAN REMAJA BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Peradaban modern yang tumbuh dari perkembangan umat manusia telah menunjukkan kemajuan paling tinggi. Namun perkembangan peradaban yang kian maju, tidak semuanya memiliki dampak positif, beberapa diantaranya memberikan implikasi yang kurang baik bagi manusia, berupa perubahan budaya, salah satunya adalah budaya konsumtif terhadap benda (material culture). Perilaku konsumtif masyarakat terhadap benda tumbuh dan berkembang dikarenakan akibat pengaruh dari arus globalisasi ekonomi yang masuk ke Indonesia. Ditandai dengan menjamurnya pusat perbelanjaan semacam shopping mall, industri mode, kawasan huni mewah, kegandrungan terhadap merk asing, makanan serba instan (fast food), telepon seluler (hp) dan lain sebagainya. (Chaney, David., dalam “ Lifestyles 1996 : 8 ). Dengan demikian, masyarakat akan terkondisikan untuk bergantung terhadap semua fasilitas yang disediakan. Masyarakat kini hampir tidak bisa lepas dari peran objek sebagai perumus eksistensi (status, prestise, kelas). Sekarang kebutuhan tidak lagi sekedar berkaitan dengan nilai guna suatu benda dalam rangka memenuhi fungsi utilitas atau kebutuhan dasar manusia, akan tetapi kini berkaitan dengan unsur-unsur simbolik untuk menandai kelas, status atau simbol sosial tertentu. Saat ini perilaku konsumtif tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi para remaja sekarang lebih cenderung berperilaku konsumtif. Ada beberapa alasan perilaku konsumtif lebih mudah menjangkiti kalangan remaja, salah satunya karena secara psikologis remaja masih berada dalam proses mencari jati diri dan sangat sensitif terhadap pengaruh luar. Dimana masa remaja merupakan masa penuh gejolak emosi dan ketidakseimbangan sehingga mereka mudah terkena pengaruh lingkungan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Reynold menyatakan Remaja usia 16 s/d 18 tahun membelanjakan uangnya lebih banyak untuk keperluan menunjang penampilan diri. Remaja ingin dianggap keberadaannya dan diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi lingkungan tersebut. Kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain yang sebaya itu menyebabkan remaja untuk mengikuti berbagai atribut yang sedang popular. Salah satu caranya adalah dengan berperilaku konsumtif, seperti: memakai barang-barang yang baru dan bermerk , memakai kendaraan ke sekolah, pergi ke tempat-tempat mewah untuk bersenang-senang ( diskotik, restoran, kafe dan tempat-tempat lainnya). Penulis hanya mengambil pada perilaku konsumtif remaja di Bandung. Karena menurut beberapa sumber, Bandung merupakan julukan dari kota fashion. Ditandai dengan semakin menjamurnya factory outlet ( FO ), distribution outlet ( distro ), mall dan tempat perbelanjaan lainnya yang ada di bandung. Dengan adanya semua fasilitas-fasilitas dan tempat perbelanjaan yang ada tersebut, memudahkan akses bagi masyarakat terutama remaja untuk berperilaku konsumtif. Karena untuk dianggap keberadaanya oleh lingkungan, ia harus menjadi lingkungan tersebut dengan cara mengkonsumsi dan menikmati semua fasilitas yang telah disediakan. Kesimpulannya, ini semua dilakukan oleh remaja semata-mata ingin diperhatikan dan ingin menunjukkan bahwa remaja sudah bisa menjadi dewasa, sudah bisa hidup dan bergaul layaknya orang dewasa. Tetapi akibatnya perilaku konsumtif ini akan terus menjadi kebiasaan gaya hidup remaja di Bandung. Maka dari itu, perlu adanya usaha minimal dengan memberikan informasi tentang prilaku konsumtif yang terjadi dikalangan remaja, khususnya di Bandung, yaitu dengan cara melakukan “kampanye konsumerisme di kalangan remaja SMU Bandung”. dengan mensosialisasikan pemahaman tentang perilaku konsumtif remaja, khususnya yang ada di bandung tentang pengertian, pemahaman serta dampak-dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dalam diri remaja akibat dari perilaku konsumtif. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kesadaran remaja SMU Bandung.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7629

Actions (login required)

View Item View Item