PENGENALAN ALAT-ALAT MUSIK TRADISIONAL SUNDA (GAMELAN SUNDA) JAWA BARAT

Mulyawan, Fajar (2006) PENGENALAN ALAT-ALAT MUSIK TRADISIONAL SUNDA (GAMELAN SUNDA) JAWA BARAT.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Masyarakat Indonesia yang terdiri dari macam-macam suku, budaya dan adat istiadat merupakan kekayaan yang tidak ternilai bila dilihat dari segi pendidikan, seni, sejarah dan agama. Kekayaan yang macam-macam tersebut dapat berupa kesenian, benda, cerita, Dan sebagainya, yang bila dikaji lebih jauh mengandung ajaran dan gambaran dari suku atau masyarakatnya, tetapi ditengah pesatnya perkembangan zaman yang sangat berpengaruh terhadap budaya dan nilai-nilai yang ada didalamnya menimbulkan adanya perubahan akan gaya hidup dari masyarakat luas, khususnya kalangan anak muda. Salah satu perubahan gaya hidup dari masyarakat luas, khususnya kalangan generasi muda, dapat dilihat dari berkurangnya perhatian, kesadaran, gairah serta minat atau ketertarikan generasi muda terhadap seni budaya tradisional, khususnya seni budaya tradisional sunda. Hal ini sangat berbeda sekali jika dibandingkan dengan ketertarikan mereka terhadap seni budaya yang sifatnya jauh lebih modern, lebih bebas dan lebih segar atau baru. Hal itu sangatlah beralasan, karena adanya tekanan perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari dan dipungkiri lagi, sehingga kekhawatiran akan timbulnya berbagai masalah serta isu kerusakan hingga tanda-tanda kepunahan terhadap budaya tradisional sunda tersebut menjadi sangat besar. Tekanan perkembangan jaman yang terjadi melalui berbagai media strategis lebih terasa pada masyarakat kota dibandingkan dengan masyarakat desa, sehingga perubahan akan gaya hidup dari masyarakat kota lebih cepat dan berkembang dibandingkan dengan masyarakat desa yang pada dasarnya memiliki ciri kehidupan lebih sosial kolektif ketimbang masyarakat kota yang lebih individual. Upaya untuk mengembangkan karya budaya di masyarakat perlu berikan pada anak-anak sejak usia dini. Dalam hal ini jalur pendidikan ekstrakurikuler merupakan sasaran yang paling tepat. Program studi kesenian di sekolah-sekolah telah memberi peluang untuk mengantar peserta didik kearah pembentukan sikap apresiatif yang mampu menghargai karya budaya bangsa, oleh karena itu pemahaman tentang seni khususnya kesenian tradisional dikalangan generasi muda perlu mendapat perhatian dengan berbagai upaya untuk meningkatkannya. Generasi muda terutama dari kalangan pelajar harus dimotivasi, untuk mencintai dan menggeluti kesenian tradisional. Apalagi sejumlah seni tradisional di kabupaten Bandung terancam punah, akibat pelakunya sudah tua dan kurangnya minat generasi muda untuk mendalami seni tradisional. "Kalangan pendidikan mulai siswa, pendidik, dan kepala sekolah harus ikut memikirkan dan melestarikan kesenian tradisional, terutama di kabupaten Bandung". (Kasubdin Seni Budaya Disbudpar Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Suliah Darmasyeti) Seni telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan ilmu dan teknologi turut memperbesar peranan seni dan menpengaruhi cara pandang masyarakat terhadapnya. Seni yang semula dikemas untuk memenuhi kebutuhan ekspresi. Kini berkembang menjadi komoditas industri sebagai kebutuhan budaya. Ini semua merupakan beban berat bagi pendidikan seni. Di satu sisi pendidikan seni bertugas mengembangkan kepribadian anak didik agar memiliki kebudayaan nasional. Di sisi lain, pendidikan seni mesti mengakomodasi tantangan global yang mendorong persaingan dalam segala aspek kehidupan termasuk seni. Perlu disadari bahwa serbuan bisnis hiburan dan musik culture pada umumnya sekarang ini telah menggoyahkan sendi-sendi kebudayaan nasional dan internasional. Lebih-lebih lagi, ilmu persepsi telah menemukan berbagai pola baru dalam upaya mengembangkan kompetensi seni, khususnya seni musik. Aspek-aspek baru sebaiknya secepat mungkin menjadi bahan kajian mendalam demi peningkatan kehidupan seni kita. Persoalan pokok pendidikan seni diantaranya bagaimana menghasilkan anak didik yang mampu mengapresiasi seni dan menghasilkan pencipta seni yang kreatif dan inovatif, baik di tingkat sekolah dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Dalam era globalisasi sekarang ini Indonesia memerlukan para pencipta seni yang berkepribadian Indonesia yang memiliki integritas tinggi dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisional sebagai akar budaya. Untuk meningkatkan apresiasi seni dikalangan anak-anak terlebih dahulu harus tersedia sarana dan media yang sesuai dengan karakteristik anak-anak dan dikondisikan sesuai dengan keadaan sekarang. Didaerah Jawa Barat khususnya tatar sunda atau pasundan, kaya akan kesenian tradisionalnya. Di daerah ini bahkan telah terkenal ke mancanegara seperti wayang golek, tari jaipongan, seni degung. Untuk seni musik didaerah Jawa Barat memiliki jenis kesenian seperti kecapi suling, pertunjukan angklung, calung, rebab, gamelan sunda dan lain sebagainya. Untuk mengenal seni musik tradisional sunda, terlebih dahulu harus mengenal alat musik yang khas dari daerah tersebut.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7643

Actions (login required)

View Item View Item